BUMN Berduka, Pencarian Pegawai PLN yang Hilang Terus Dilakukan

Senin, 24 Desember 2018 - 06:16 WIB
BUMN Berduka, Pencarian...
BUMN Berduka, Pencarian Pegawai PLN yang Hilang Terus Dilakukan
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan keprihatinan atas tsunami yang melanda wilayah pesisir Banten dan Lampung. Duka mendalam juga ditujukan kepada keluarga besar PT PLN (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang kehilangan insan pegawainya.

"Kami atas nama Pemerintah dan keluarga besar BUMN, turut berduka cita atas musibah tsunami yang menimpa para pekerja PLN dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat dan Krakatau Steel, juga kepada seluruh warga Banten dan Lampung yang menjadi korban," kata Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A Putro dalam siaran persnya, Minggu (23/12/2018).

Merujuk pada laporan PLN kemarin sore terkait jumlah peserta Family Gathering yang menjadi korban bencana tsunami, terdapat 157 orang, 29 orang meninggal dunia, dan sebanyak 13 orang korban terdata belum ditemukan. (Baca Juga: 2.000 Pengungsi Tsunami di Pesisir Lampung Selatan Belum Dapat Bantuan )

Total keseluruhan peserta gathering sebanyak 199 orang terdiri dari karyawan PLN dan anggota keluarganya. Hingga saat ini PLN masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban. PLN juga telah mengirimkan 36 ambulance untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana. (Baca Juga: BNPB Sebut Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda Masih Bisa Bertambah )

Imam mengatakan, pihaknya akan terus berkordinasi dengan seluruh BUMN untuk memastikan kondisi para pegawainya yang sekiranya berada di sekitar lokasi musibah tsunami. Juga berkordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan proses evakuasi, pemulihan kondisi masyarakat serta pelayanan-pelayanan publik seperti energi, perbankan, dan sarana prasarana transportasi.

Terkait kondisi kelistrikan pascatsunami, PLN terus berupaya melakukan proses penormalan listrik dengan melakukan perbaikan gardu serta investigasi jaringan. Terdapat 146 gardu yang sudah berhasil dinyalakan kembali. Sementara gardu yang masih padam yakni sebanyak 102 gardu. Selain itu juga terdapat 41 tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) roboh akibat diterjang tsunami.
(rhs)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Demam Piala Dunia: Ketika...
Demam Piala Dunia: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Kabar Duka, Sekjen AMSI...
Kabar Duka, Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved