Safari Kebangsaan ke-IV, PDIP Jajal Kampung Halaman Kiai Ma'ruf
Kamis, 20 Desember 2018 - 09:15 WIB
Safari Kebangsaan ke-IV, PDIP Jajal Kampung Halaman Kiai Ma'ruf
A
A
A
JAKARTA - DPP PDIP kembali menggelar Safari Kebangsaan ke-IV dan konsolidasi partai. Kali ini, partai berjuluk Banteng Moncong Putih itu melakukan safari ke sejumlah kabupaten/kota di Banten selama dua hari mendatang. Safari dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto yang didampingi Ketua DPP bidang Organisasi, Djarot Saiful Hidayat.
Hasto mengatakan Provinsi Banten merupakan wilayah yang sangat penting baik untuk PDIP maupun pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Selain memiliki sejarah panjang dan budaya masyarakatnya yang religius, menurutnya Banten juga menjadi tempat kelahiran Kiai Ma'ruf.
"Karena itulah kami tidak hanya konsolidasi internal partai, tapi kami juga akan berkunjung ke beberapa pesantren kemudian kami juga bertemu suku Baduy," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (20/12/2018).
Menurut Hasto, bicara kesejarahan dan tradisi suku Baduy, dirinya pernah ditugaskan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk membangun dialog dengan masyarakat di sana hingga menginap satu malam di pedalaman Baduy tersebut.
Hasto menuturkan dari 'local wisdom' yang diajarkan tokoh suku Baduy, dirinya banyak belajar bagaimana kekayaan budaya dan peradaban dilestarikan. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu mengaku dari Suku Baduy masyarakat bisa belajar bagaimana mengelola lingkungan dengan nilai-nilai kebudayaan bangsa.
Ditambahkannya, karena Banten wilayah yang sangat penting sehingga sebelum berangkat dirinya menyempatkan diri 'sowan' kepada Kiai Ma'ruf.
"Sehingga terjadi sinergi dalam gerak kemenangan seluruh parpol Pak Jokowi juga melakukan hal yang sama. Karena itulah ini kombinasi Mas Djarot dalam konteks ini sebagai Ketua DPP bidang Organisasi sedangkan saya bertindak sekaligus sebagai Sekretaris Tim Kampanye," tandasnya.
Hasto mengatakan Provinsi Banten merupakan wilayah yang sangat penting baik untuk PDIP maupun pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Selain memiliki sejarah panjang dan budaya masyarakatnya yang religius, menurutnya Banten juga menjadi tempat kelahiran Kiai Ma'ruf.
"Karena itulah kami tidak hanya konsolidasi internal partai, tapi kami juga akan berkunjung ke beberapa pesantren kemudian kami juga bertemu suku Baduy," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (20/12/2018).
Menurut Hasto, bicara kesejarahan dan tradisi suku Baduy, dirinya pernah ditugaskan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk membangun dialog dengan masyarakat di sana hingga menginap satu malam di pedalaman Baduy tersebut.
Hasto menuturkan dari 'local wisdom' yang diajarkan tokoh suku Baduy, dirinya banyak belajar bagaimana kekayaan budaya dan peradaban dilestarikan. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu mengaku dari Suku Baduy masyarakat bisa belajar bagaimana mengelola lingkungan dengan nilai-nilai kebudayaan bangsa.
Ditambahkannya, karena Banten wilayah yang sangat penting sehingga sebelum berangkat dirinya menyempatkan diri 'sowan' kepada Kiai Ma'ruf.
"Sehingga terjadi sinergi dalam gerak kemenangan seluruh parpol Pak Jokowi juga melakukan hal yang sama. Karena itulah ini kombinasi Mas Djarot dalam konteks ini sebagai Ketua DPP bidang Organisasi sedangkan saya bertindak sekaligus sebagai Sekretaris Tim Kampanye," tandasnya.
(kri)