Wiranto: Belum Ada dalam Sejarah Modern, Tokoh Kalah Lalu Negara Punah
Selasa, 18 Desember 2018 - 15:55 WIB
Wiranto: Belum Ada dalam Sejarah Modern, Tokoh Kalah Lalu Negara Punah
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto bahwa Indonesia akan punah jika kubunya kalah pada Pemilu 2019 direspons berbagai pihak.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin 17 Desember 2018.
Menanggapi pernyataan Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan belum ada dalam sejarah modern pemilihan umum yang demokratis, seorang tokoh kalah lantas negara itu bubar atau punah.
"Negara akan punah tidak mungkin tiba-tiba, mesti ada gejalanya, indikasinya atau ada peningkatan eskalasi sangat serius yang mengancam eksistensi negara itu," kata Wiranto dalam keterangan tertulis, Selasa (18/12/2018). (Baca juga: Rommy Tuding Prabowo Gunakan Strategi Semprotan Kebohongan )
Sebagai Menko Polhukam, Wiranto menjamin saat ini Indonesia baik-baik saja, semua event penting nasional dapat dikawal dengan baik.
Bahkan oleh Survei Internasional dari Gallup Global Law and Order 2018, Indonesia dinobatkan sebagai negara teraman ke-9 di seluruh dunia, negara nomor dua tujuan investasi yang paling menjanjikan Nomor, setelah Philipina (US News, 2018) dan negara yang kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya di urutan pertama (Gallup World Poll Tahun 2017).
Wiranto mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pernyataan tersebut, bahkan sambil berseloroh Wiranto mengajak taruhan.
"Kalau sehabis Pemilu Prabowo kalah dan Indonesia tetap utuh tidak punah, maka rumah Hambalang diserahkan kepada saya. Sebaliknya kalau Indonesia punah maka rumah saya di Bambu Apus diserahkan ke Prabowo, tapi kalau semua punah, buat apalagi rumah, " katanya tertawa.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin 17 Desember 2018.
Menanggapi pernyataan Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan belum ada dalam sejarah modern pemilihan umum yang demokratis, seorang tokoh kalah lantas negara itu bubar atau punah.
"Negara akan punah tidak mungkin tiba-tiba, mesti ada gejalanya, indikasinya atau ada peningkatan eskalasi sangat serius yang mengancam eksistensi negara itu," kata Wiranto dalam keterangan tertulis, Selasa (18/12/2018). (Baca juga: Rommy Tuding Prabowo Gunakan Strategi Semprotan Kebohongan )
Sebagai Menko Polhukam, Wiranto menjamin saat ini Indonesia baik-baik saja, semua event penting nasional dapat dikawal dengan baik.
Bahkan oleh Survei Internasional dari Gallup Global Law and Order 2018, Indonesia dinobatkan sebagai negara teraman ke-9 di seluruh dunia, negara nomor dua tujuan investasi yang paling menjanjikan Nomor, setelah Philipina (US News, 2018) dan negara yang kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya di urutan pertama (Gallup World Poll Tahun 2017).
Wiranto mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pernyataan tersebut, bahkan sambil berseloroh Wiranto mengajak taruhan.
"Kalau sehabis Pemilu Prabowo kalah dan Indonesia tetap utuh tidak punah, maka rumah Hambalang diserahkan kepada saya. Sebaliknya kalau Indonesia punah maka rumah saya di Bambu Apus diserahkan ke Prabowo, tapi kalau semua punah, buat apalagi rumah, " katanya tertawa.
(dam)