Begini Cara KKSB Bantai Pekerja Jembatan di Yigi Nduga Papua

Rabu, 05 Desember 2018 - 12:44 WIB
Begini Cara KKSB Bantai...
Begini Cara KKSB Bantai Pekerja Jembatan di Yigi Nduga Papua
A A A
JAYAPURA - Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa berdasarkan laporan dari Pendeta Wilhelmus Kogoya (Tokoh gereja distrik Yigi) melalui saluran Radio SSB yang diterima oleh aparat keamanan pada 03 Desember 2018 pukul 15.30 WIT bahwa telah terjadi pembantaian terhadap pekerja jembatan karyawan PT. Istaka Karya, dimana sebanyak 24 orang tewas tertembak.

Menanggapi laporan tersebut, Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, aparat keamanan TNI-Polri segera mengirim pasukan ke TKP dalam rangka upaya penindakan dan evakuasi korban.

Pada 4 Desember 2018 sekira pukul 17.45 WIT, pasukan gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12 masyarakat terdiri dari, 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbua dan 2 orang guru SMP Mbua dengan menggunakan Helikopter milik TNI AD.

Di antara mereka terdapat 3 orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKSB dan saat ini sedang dievakuasi ke RSUD Wamena.

Dari keterangan salah seorang korban karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dari pembantaian KKSB atas nama JA membeberkan kronologis kejadian sbb:

Bahwa pada 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Sekitar pukul 15.00 WIT, kelompok KKSB mendatangi Kamp PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standard militer.

"Keesokan harinya, Minggu, 2 Desember 2018 pukul 07.00 seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo, di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok," kata Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, dalam keterangan persnya, Rabu (5/12/2018).

Tidak lama kemudian, para KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah.

Setelah itu KKSB meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo. Sementara, 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya, mereka terliha oleh KKSB sehingga merek dikejar.

"Sebanyak 5 orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah 2 orang di antaranya belum ditemukan sedangka 4 orang (diantaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua," katanya.

Pada 3 Desember sekitar pukul 05.00 WIT Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKSB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak, rupanya mereka tetap melakukan pengejaran.

Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet atas nama Serda Handoko membuka Jendela sehingga tertembak dan meninggal dunia.

Anggota pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 pagi hingga 21.00 WIT. "Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan, saat itulah salah seorang anggota a.n Pratu Sugeng tertembak di lengan," paparnya.

Pada Selasa 4 Des 2018 pukul 07.00 WIT Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.

Menurut Keterangan Saudara JA jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang.
(pur)
Berita Terkait
Pengamat Sarankan Penanganan...
Pengamat Sarankan Penanganan OPM Melalui Pendekatan Keamanan yang Terukur
Pengamat Keamanan Desak...
Pengamat Keamanan Desak Pemerintah Tindak Tegas OPM
Imparsial: Telusuri...
Imparsial: Telusuri Dugaan Jual Beli Senjata Oknum TNI dengan Separatis
Pasukan Gabungan TNI...
Pasukan Gabungan TNI Buru Pimpinan OPM
TPNPB OPM Klaim Tembaki...
TPNPB OPM Klaim Tembaki Mobil Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang, Tiga Anggota TNI Terluka
TNI : KKSB Terapkan...
TNI : KKSB Terapkan Taktik Licik dan Korbankan Masyarakat Sipil
Berita Terkini
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved