Meski Kondisi Ekonomi Buruk, Dua Segmen Ini Tak Goyah Pilih Jokowi

Rabu, 28 November 2018 - 03:34 WIB
Meski Kondisi Ekonomi...
Meski Kondisi Ekonomi Buruk, Dua Segmen Ini Tak Goyah Pilih Jokowi
A A A
JAKARTA - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan ada dua dari enam segmen yang tetap memilih pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, walaupun kondisi ekonomi dianggap buruk.

Keenam segmen tersebut yakni segmen pendidikan, segmen pendapatan, segmen jenis kelamin, segmen agama, segmen pilihan partai politik, dan segmen pulau besar yang di dalamnya terbagi menjadi beberapa kategori. Adapun dua segmen yang tetap mendukung Jokowi-Ma'ruf walaupun secara penilaian ekonomi buruk adalah segmen agama dan segmen pulau besar.

Dalam segmen agama terbagi menjadi dua kategori, yaitu kategori pemilih Islam dan non-Islam, pada variabel penilaian ekonomi buruk, kategori pemilih Islam Jokowi-Ma'ruf kalah dengan Prabowo-Sandiaga Uno dengan 23,2% berbanding dengan 65,6%.

"Sedangkan pada pemilih non muslim, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 52,2% berbanding 43,5%. Angka tersebut menunjukan penilaian ekonomi Jokowi tidak mempengaruhi pemilih non-Islam memberikan dukungannya kepada pasangan nomor urut 01," ujar Adrian di kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Adrian melanjutkan, hal yang sama juga terjadi pada segmen pulau besar. Pada segmen ini terdapat 5 kategori, yaitu, Sumatera, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Papua.

Dalam penilaian ekonomi buruk, empat kategori diungguli oleh Prabowo-Sandiaga Uno, tetapi pada kategori pemilih Maluku dan Papua, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tetap unggul 52,1 persen berbanding suara Prabowo-Sandi 21,4 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, menuturkan, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya responden di sana menilai pertumbuhan ekonomi akan lebih baik bersama dengan pasangan Jokowi-Ma'ruf dibandingkan dengan lawannya.

Selain itu, kata Ardian, pemilih Malaku masih mempercayai akan adanya perubahan ekonomi atas pembangunan infrastruktur secara masif selama jabatan Jokowi masih menjadi presiden.

“Jadi dia (Maluku-Papua) melihat bahwa pembangunan terlalu masif, tetapi efeknya belum terasa, tetapi dukungannya tetap untuk Jokowi," tuturnya.
(thm)
Berita Terkait
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Kaesang Tantang Puan...
Kaesang Tantang Puan di Pileg 2029, Ganjar Yakin Jateng Tetap Kandang Banteng
Kader Muda PAN Apresiasi...
Kader Muda PAN Apresiasi Komitmen Prabowo Terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Kaesang Tantang Puan...
Kaesang Tantang Puan di Pileg 2029, Pertarungan Terbuka Megawati vs Jokowi
Kongres Umat Islam Indonesia...
Kongres Umat Islam Indonesia VIII Apresiasi Kinerja Mentan Amran Atasi Persoalan Pangan
Kasus Dugaan TPPU Eks...
Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Harus Diusut hingga ke Akar-akarnya
Ada Dua Alat Bukti,...
Ada Dua Alat Bukti, Pelaku Korupsi Bisa Ditetapkan Tersangka Meski Belum Diperiksa
Infografis
UU DKJ Diteken Jokowi,...
UU DKJ Diteken Jokowi, Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved