Hanura Kritik Program Aksi Ekonomi Pasangan Prabowo-Sandi

Selasa, 27 November 2018 - 22:24 WIB
Hanura Kritik Program...
Hanura Kritik Program Aksi Ekonomi Pasangan Prabowo-Sandi
A A A
JAKARTA - Visi-misi pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal program aksi ekonomi Nomor 29 mendapat kritik dari Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR, Inas N Zubir. Adapun bunyi program Nomor 29 tersebuat adalah 'Mendirikan kilang minyak bumi, pabrik etanol, serta infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas baik oleh BUMN atau swasta'.

"Dari visi-misi tersebut, terbaca bahwa Prabowo buta terhadap perkembangan negerinya sendiri sehingga dia berangan-angan untuk mendirikan kilang minyak bumi di Indonesia. Padahal kilang minyak yang diangan-angankan oleh Prabowo tersebut sedang dipersiapkan untuk dibangun oleh Pertamina bahkan sudah ada juga kilang lama yang sedang direvitalisasi," ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya, program pembangunan kilang Pertamina tersebut adalah program Grass Root Refinery (GRR) di Tuban dan Bontang, yakni program kilang yang dibangun seluruhnya baru dan empat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yakni proyek pengembangan di kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Dumai.

Selain itu, Inas menilai Prabowo ternyata juga tidak paham bahwa pembangunan jaringan transmisi/distribusi gas yang diserahkan kepada BUMN dan swasta seperti dalam visi-misinya tersebut adalah praktik neolib yang berasal dari UU Migas Nomor 21 tahun 2001. Lanjut dia, itu yang menjadi salah satu penyebab mahalnya harga gas alam yang membebani masyarakat pada saat ini.

"Tapi oleh Prabowo malahan dijadikan program aksi dalam visi-misinya," tandasnya.

Dia menambahkan, yang sangat menarik juga dari program aksi Nomor 29 ini adalah tentang pabrik ethanol yang disinyalir akan menggunakan raw materialnya adalah pohon aren. Dimana adik kandung Prabowo Subianto, yakni Hashim Djojohadikusumo telah menjalankan dan menguasai perkebunan aren terbesar di Indonesia seluas 173 ribu hektar.

"Jika Prabowo menjadi Presiden, maka rakyat akan dipaksa menggunakan ethanol sebagai pengganti bensin premium, dan tentunya akan menambah tebal pundi-pundi keluarganya," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved