Curahan Hati Baiq Nuril: Jangan Ada Lagi Nuril-Nuril Lainnya

Rabu, 21 November 2018 - 16:49 WIB
Curahan Hati Baiq Nuril:...
Curahan Hati Baiq Nuril: Jangan Ada Lagi Nuril-Nuril Lainnya
A A A
JAKARTA - Mantan guru honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nuril Maknun berharap tidak ada lagi perempuan di Indonesia yang bernasib sepertinya.

Hal itu diungkapkan Nuril saat hadir dalam diskusi bertajuk Perlindungan Perempuan dari Ancaman Kekerasan Seksual, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

"Mungkin ini kesempatan saya ingin memperjuangkan perempuan-perempuan Indonesia agar tidak ada lagi Nuril-Nuril yang lain," ujar Nuril.

(Baca juga: Dari Aktivis hingga Selebritas Minta Jokowi Bantu Baiq Nuril )

Sementara itu, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka mengkritik vonis yang dijatuhi Mahkamah Agung (MA) terhadap Nuril.

"Suatu akibat tidak akan muncul secara tiba-tiba tanpa sebab," ujar Rieke.

Maka itu, menurut dia, yang harus pertama kali diperiksa adalah apakah pelecehan seksual kepada Baiq Nuril dari mantan atasannya M benar terjadi atau tidak. "Undang-undang ITE tidak jadi alat pembenaran, merehabilitasi pelaku," ucapnya.

Rieke pun mengaku mengenal Nuril sejak memperjuangkan nasib para honorer di Mataram. "Bu Nuril kan honorer," kata dia.

Dia melanjutkan, gaji terakhir yang diperoleh Nuril sekitar Rp750 ribu. "Status yang tidak jelas mengakibatkan rentan diintimidasi," ungkapnya.

Baiq Nuril Maknun adalah mantan guru honorer di SMA 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Oleh Mahkamah Agung (MA), perempuan berusia 36 tahun itu dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan denda Rp500 juta.

Kasus ini berawal pada tahun 2012. Ketika itu dia merekam percakapan dirinya dengan M yang saat itu menjabat Kepala SMA 7 Mataram. Percakapan itu sengaja direkam Nuril untuk membuktikan kepada orang di sekitarnya bahwa dirinya tidak memiliki hubungan dengan M.

Nuril juga tidak merasa nyaman dengan apa yang diceritakan M kepadanya, di antaranya mengajaknya selingkuh dan menceritakan hubungan badannya dengan perempuan lain.

Pada 2015 percakapan itu beredar. M pun tidak terima lalu melaporkan Nuril ke polisi pada 2015 dengan tuduhan menyebarluaskan percakapan tersebut. Polisi memproses laporan M. Pada 2017 Nuril sempat ditahan.

Pada 27 Maret, Pengadilan Mataram membebaskan Nuril karena tidak terbukti melanggar ITE. Tidak terima putusan pengadilan, jaksa mengajukan kasasi ke MA. Dalam putusannya, MA menghukum Nuril 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta.

(dam)
Berita Terkait
Dalami Peran di Qorin...
Dalami Peran di Qorin 2, Fedi Nuril Bayangkan Anaknya Jadi Korban Bully
Jadi Suami Penyayang...
Jadi Suami Penyayang di Film Rumah Masa Depan, Fedi Nuril Pastikan Kali Ini Tidak Poligami
Kabar Duka, Ibunda Fedi...
Kabar Duka, Ibunda Fedi Nuril Meninggal Dunia
Fedi Nuril Tak Kuasa...
Fedi Nuril Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Makamkan Sang Ibunda
Diseret ke Pengadilan,...
Diseret ke Pengadilan, Pidi Baiq Tuntut The Panasdalam Bank
Sinopsis Film Hidup...
Sinopsis Film Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, Adaptasi Quote Pidi Baiq
Berita Terkini
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved