Gede Pasek yakin SBY Utamakan Demokrat Ketimbang Prabowo-Sandi
Selasa, 20 November 2018 - 18:57 WIB
Gede Pasek yakin SBY Utamakan Demokrat Ketimbang Prabowo-Sandi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diyakini akan lebih mengutamakan nasib partainya ketimbang kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Tujuannya, agar bisa mengusung anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
"Saya yakin SBY akan lebih utamakan nasib partainya daripada kandidat Capres. Sebab syarat agar bisa ngusung anaknya kan ada di sana, bukan di Prabowo-Sandi yang hanya besarkan Gerindra saja," kata mantan Kader Partai Demokrat Gede Pasek Suardika kepada SINDOnews, Selasa (20/11/2018).
Apalagi, kata dia, dukungan Partai Demokrat kepada Pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 lebih kepada untuk memenuhi syarat partai politik bisa mengusung calon presiden di Pemilu selanjutnya.
"Bukan karena memang niatnya mendukung, apalagi sebelumnya sudah menembak soal politik kardus tersebut," ujar Senator asal Bali ini.
Hal demikian dikatakannya menanggapi keputusan SBY yang memulai mengkampanyekan Pasangan Prabowo-Sandiaga pada Maret 2019 mendatang. Menurut Pasek, keputusan SBY itu hanya simbolik.
"Karena sejatinya untuk kepentingan AHY di 2024 sangat tidak strategis dukung Prabowo Sandi. Karena Sandi bisa Capres paling kuat saat itu. Sementara Jokowi dan KH Ma'ruf Amin kan sudah tidak mungkin lagi maju (Pilpres 2024, red)," pungkas Wakil Ketua Umum Partai Hanura ini.
"Saya yakin SBY akan lebih utamakan nasib partainya daripada kandidat Capres. Sebab syarat agar bisa ngusung anaknya kan ada di sana, bukan di Prabowo-Sandi yang hanya besarkan Gerindra saja," kata mantan Kader Partai Demokrat Gede Pasek Suardika kepada SINDOnews, Selasa (20/11/2018).
Apalagi, kata dia, dukungan Partai Demokrat kepada Pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 lebih kepada untuk memenuhi syarat partai politik bisa mengusung calon presiden di Pemilu selanjutnya.
"Bukan karena memang niatnya mendukung, apalagi sebelumnya sudah menembak soal politik kardus tersebut," ujar Senator asal Bali ini.
Hal demikian dikatakannya menanggapi keputusan SBY yang memulai mengkampanyekan Pasangan Prabowo-Sandiaga pada Maret 2019 mendatang. Menurut Pasek, keputusan SBY itu hanya simbolik.
"Karena sejatinya untuk kepentingan AHY di 2024 sangat tidak strategis dukung Prabowo Sandi. Karena Sandi bisa Capres paling kuat saat itu. Sementara Jokowi dan KH Ma'ruf Amin kan sudah tidak mungkin lagi maju (Pilpres 2024, red)," pungkas Wakil Ketua Umum Partai Hanura ini.
(sms)