Dinilai Wajar, Anggapan Demokrat Setengah Hati Dukung Prabowo-Sandi
Jum'at, 16 November 2018 - 19:17 WIB
Dinilai Wajar, Anggapan Demokrat Setengah Hati Dukung Prabowo-Sandi
A
A
A
JAKARTA - Penilaian yang menyebut Partai Demokrat tidak total atau setengah hati mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai wajar.
Hal itu diungkapkan pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing dengan melihat sikap beberapa kepala daerah dari Partai Demokrat yang sejak awal tidak sepakat partainya mendukung Prabowo-Sandi dan justru mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Fakta menunjukkan beberapa kepala daerah dari partai itu (Demokrat-red) kan tidak memberi dukungan, itu satu indikasi lah,” tutur Emrus di Jakarta, Selasa (13/11/2018).
Bukti Demokrat tidak serius atau setengah hati mendukung Prabowo-Sandi, kata dia, antara lain seringnya Demokrat absen dalam kegiatan Badan Kampanye Nasional (BKN) Prabowo-Sandi.
“Banyak pernyataan kader Demokrat yang justru blunder dan merugikan pasangan Prabowo-Sandi,” tandasnya.
Dia mencontohkan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief misalnya, sering melontarkan pernyataan yang kontraproduktif dengan kepentingan Prabowo-Sandi.
Beberapa hari yang lalu Andi Arief melontarkan kritiknya kepada Prabowo. Setelah sebelumnya, sempat mengkritik keras Prabowo sebagai jenderal kardus, Andi juga menilai Prabowo terkesan tidak serius ingin menjadi calon Presiden. Andi menilai justru Sandiaga yang terlihat seperti calon presiden.
“Pernyataan-pernyataan seperti itu pasti akan merugikan capres dan cawapres yang notabene didukung oleh partainya (Demokrat-red),” ungkap Emrus.
Demokrat dinilainya tidak akan mendapatkan efek ekor jas dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Legislatif 2019.
“Akan kecil pengaruhnya kalau semakin banyak kepala daerah dari partai mereka yang tidak memberikan dukungan,” ujarnya.
Hal itu diungkapkan pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing dengan melihat sikap beberapa kepala daerah dari Partai Demokrat yang sejak awal tidak sepakat partainya mendukung Prabowo-Sandi dan justru mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Fakta menunjukkan beberapa kepala daerah dari partai itu (Demokrat-red) kan tidak memberi dukungan, itu satu indikasi lah,” tutur Emrus di Jakarta, Selasa (13/11/2018).
Bukti Demokrat tidak serius atau setengah hati mendukung Prabowo-Sandi, kata dia, antara lain seringnya Demokrat absen dalam kegiatan Badan Kampanye Nasional (BKN) Prabowo-Sandi.
“Banyak pernyataan kader Demokrat yang justru blunder dan merugikan pasangan Prabowo-Sandi,” tandasnya.
Dia mencontohkan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief misalnya, sering melontarkan pernyataan yang kontraproduktif dengan kepentingan Prabowo-Sandi.
Beberapa hari yang lalu Andi Arief melontarkan kritiknya kepada Prabowo. Setelah sebelumnya, sempat mengkritik keras Prabowo sebagai jenderal kardus, Andi juga menilai Prabowo terkesan tidak serius ingin menjadi calon Presiden. Andi menilai justru Sandiaga yang terlihat seperti calon presiden.
“Pernyataan-pernyataan seperti itu pasti akan merugikan capres dan cawapres yang notabene didukung oleh partainya (Demokrat-red),” ungkap Emrus.
Demokrat dinilainya tidak akan mendapatkan efek ekor jas dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Legislatif 2019.
“Akan kecil pengaruhnya kalau semakin banyak kepala daerah dari partai mereka yang tidak memberikan dukungan,” ujarnya.
(dam)