SBY Singgung Politik Identitas, Kiai Ma'ruf: Kami Kedepankan Program
Senin, 12 November 2018 - 11:09 WIB
SBY Singgung Politik Identitas, Kiai Ma'ruf: Kami Kedepankan Program
A
A
A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin ikut menanggapi kritik Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menilai kontestasi atau pertarungan politik saat ini lebih diwarnai politik identitas.
"Saya kira enggak ada politik identitas. Justru adu program," ujar Kiai Ma'ruf di kediamannya, Menteng, Jakarta, Senin (12/11/2018).
Kiai Ma'ruf menjelaskan yang ada saat ini di kubunya lebih mengedepankan adu program dan gagasan yang dilandasi dengan capaian dan prestasi tonggak atau disebutnya milestone dengan memperbesar kemanfaatannya bagi masyarakat.
Menurut Abah Ma'ruf, sapaan akrabnya bahwa pihaknya lebih mengedepankan pendekatan programing dan konsep untuk membangun politik ke depan bukan berdasarkan identitas.
"Tapi kalau misalnya orang NU mau mendukung orang NU itu kan wajar saja. Misalnya pemimpin NU nya dia mendukung, itu bukan politik identitas tetapi merasa ada kesamaan.
"Tidak jadi program, kita mengarah kepada politik identitas. Kita kan sudah sepakat tidak membawa politik identitas pendekatannya. Ya enggak tahu yang lain tapi dari kita, dari 01 tidak (politik identitas)," tandasnya.
"Saya kira enggak ada politik identitas. Justru adu program," ujar Kiai Ma'ruf di kediamannya, Menteng, Jakarta, Senin (12/11/2018).
Kiai Ma'ruf menjelaskan yang ada saat ini di kubunya lebih mengedepankan adu program dan gagasan yang dilandasi dengan capaian dan prestasi tonggak atau disebutnya milestone dengan memperbesar kemanfaatannya bagi masyarakat.
Menurut Abah Ma'ruf, sapaan akrabnya bahwa pihaknya lebih mengedepankan pendekatan programing dan konsep untuk membangun politik ke depan bukan berdasarkan identitas.
"Tapi kalau misalnya orang NU mau mendukung orang NU itu kan wajar saja. Misalnya pemimpin NU nya dia mendukung, itu bukan politik identitas tetapi merasa ada kesamaan.
"Tidak jadi program, kita mengarah kepada politik identitas. Kita kan sudah sepakat tidak membawa politik identitas pendekatannya. Ya enggak tahu yang lain tapi dari kita, dari 01 tidak (politik identitas)," tandasnya.
(kri)