Kasus Boyolali, Timses Jokowi Apresiasi Permintaan Maaf Prabowo

Kamis, 08 November 2018 - 13:36 WIB
Kasus Boyolali, Timses...
Kasus Boyolali, Timses Jokowi Apresiasi Permintaan Maaf Prabowo
A A A
JAKARTA - Permintaan maaf yang diucapkan Prabowo Subianto kepada masyarakat Boyolali melalui video yang diunggah di media sosial perlu diapresiasi. Kendati begitu, ketulusan Prabowo meminta maaf biar menjadi penilaian publik dan warga Boyolali.

"Apakah permintaan maaf itu karena tulus merasa bersalah atau karena takut kehilangan elektoral. Wallahu A'lam, hanya Allah dan rakyat yang tau," kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni kepada SINDOnews, Kamis (8/11/2018).

Toni sapaan akrabnya memandang, jauh dari permintaan maaf yang disampaikan Prabowo adalah keseriusan capres nomor urut 02 itu untuk bertaubat dan tidak mengulangi hal yang sama. Sebab, masih belum kering diingatan publik saat Prabowo meminta maaf karena ikut menyebarkan informasi bohong yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

"Beliau (waktu itu) juga minta maf, masak rakyat terus disuruh dengar maafnya beliau, sementara program dan gagasannya mana? Rakyat pengin dengar itu, lebih subtantif," ujarnya.

Toni menganggap, apa yang disampaikan Prabowo tentang tampang Boyolali menjadi pengingat sekaligus pelajaran bagi Prabowo dan para pendukungnya bahwa sudah saatnya membangun narasi yang positif dan optimis dalam berkampanye dengan menyajikan data dan fakta.

Ia berharap, kasus tampang Boyolali menjadi kasus terakhir dan tidak ada Boyolali-Boyolali lain yang menjadi 'korban' grusa grusunya seorang calon pemimpin. Untuk mencegah hal ini, dikatakan Toni, Presiden Jokowi sudah mengingatkan kepada semua pihak bahwa untuk menjadi pemimpin itu perlu tegas namun, tanpa perlu marah-marah.

"Pak Jokowi juga sudah dua kali mengingatkan kepada kita semua, sudah saatnya hijrah dari dari psimisme ke optimisme, dari marah-marah ke sabar, dari kebiasaan hoaks ke data dan tabayun. Itu semua tak berarti apa-apa jika yang diminta hijrah tetap bebal, dan nyaman dengan 'hobi' lamanya," tutur Sekjen DPP PSI itu.
(pur)
Berita Terkait
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Survei LSJ: 40,6 Persen...
Survei LSJ: 40,6 Persen Pendukung Jokowi di Pilpres 2019 Merapat ke Prabowo
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Relawan Prabowo 2019...
Relawan Prabowo 2019 Banten Cabut Dukungan
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Momen Prabowo Peluk...
Momen Prabowo Peluk Erat Otto Hasibuan, Kenang Perjuangan Bersama di Pilpres 2019
Berita Terkini
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
KPK Sita Uang-Perhiasan...
KPK Sita Uang-Perhiasan usai Geledah Rumah Dinas Bupati dan Kantor Dinas Kabupaten Sukoharjo
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Pemerintah Bakal Batasi...
Pemerintah Bakal Batasi Konten LGBT, Aturan Teknis Masih Disiapkan
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved