Aksi Amien Rais Datangi KPK Dinilai Sikap Preman Politik

Senin, 05 November 2018 - 18:25 WIB
Aksi Amien Rais Datangi...
Aksi Amien Rais Datangi KPK Dinilai Sikap Preman Politik
A A A
JAKARTA - Ketua Setara Institute, Hendardi menilai tindakan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu seperti 'Preman Politik'.

Menurut Hendardi, sangat wajar bila beberapa kader PAN merasa risau dan resah akibat perilaku Amien Rais yang diduga terkait kasus korupsi yang sedang disangkakan kepada Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN, Taufik Kurniawan.

"Alih-alih membantu Taufik, tindakan Amien Rais yang mempertontonkan lebih sebagai Preman Politik, mendatangi dan menggertak KPK malah bakal menyulitkan posisi Taufik di KPK," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Senin (5/11/2018).

Dia melanjutkan, seharusnya Amien Rais menyarankan atau bahkan membawa dan menemani Taufik Kurniawan memenuhi panggilan KPK yang sudah dua kali dipanggil. Bukan sebaliknya malah bersikap arogan dan mengintervensi KPK bahkan melakukan tuduhan terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo sebagai orang yang telah menjungkir-balikkan keadilan.

"AR (Amien Rais) beranggapan seolah-olah Taufik pasti benar dan KPK pasti keliru. Justru dengan sikap semacam itu, KPK yang sudah menahan Taufik mesti lebih teliti lagi menelisik kemungkinan bahwa uang hasil korupsi itu mengalir ke partai dan tokoh-tokoh partai, tidak terkecuali Amien Rais, yang dalam beberapa kasus namanya juga sempat disebut," tegasnya.

Sebagai orang tua yang masih berkiprah di politik, menurut Hendardi, seyogyanya Amien Rais bersikap hati-hati dan menjadi panutan, serta konsisten dalam ucapan dan sikapnya agar dapat menjadi teladan yangg baik khususnya bagi kader PAN.

"Jangan seperti ketika dipanggil Polda Metro Jaya hanya sebagai saksi kasus Ratna Sarumpaet, AR seperti kalap menggunakan jurus pendekar mabuk saat tiba dengan membangun opini yang tidak ada kaitan dengan pemanggilannya sebagai saksi termasuk dengan menyudutkan Kapolri, namun ketika selesai diperiksa malah sebaliknya memuji polisi dengan pujian telah 'dimuliakan' dan pujian lain," jelasnya.

Hendardi menambahkan KPK seyogyanya terus maju untuk membongkar kasus Taufik Kurniawan dan kasus-kasus korupsi lainnya. "Jangan ragu hanya karena gertakan-gertakan advonturir tokoh-tokoh politik. Rakyat akan selalu mendukung dan bersama KPK," tutupnya.Aksi Amien Rais Datangi KPK Dinilai Sikap Preman Politik

Ketua Setara Institute, Hendardi menilai tindakan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu seperti 'Preman Politik'.

Menurut Hendardi, sangat wajar bila beberapa kader PAN merasa risau dan resah akibat perilaku Amien Rais yang diduga terkait kasus korupsi yang sedang disangkakan kepada Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN, Taufik Kurniawan.

"Alih-alih membantu Taufik, tindakan Amien Rais yang mempertontonkan lebih sebagai Preman Politik, mendatangi dan menggertak KPK malah bakal menyulitkan posisi Taufik di KPK," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Senin (5/11/2018).

Dia melanjutkan, seharusnya Amien Rais menyarankan atau bahkan membawa dan menemani Taufik Kurniawan memenuhi panggilan KPK yang sudah dua kali dipanggil. Bukan sebaliknya malah bersikap arogan dan mengintervensi KPK bahkan melakukan tuduhan terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo sebagai orang yang telah menjungkir-balikkan keadilan.

"AR (Amien Rais) beranggapan seolah-olah Taufik pasti benar dan KPK pasti keliru. Justru dengan sikap semacam itu, KPK yang sudah menahan Taufik mesti lebih teliti lagi menelisik kemungkinan bahwa uang hasil korupsi itu mengalir ke partai dan tokoh-tokoh partai, tidak terkecuali Amien Rais, yang dalam beberapa kasus namanya juga sempat disebut," tegasnya.

Sebagai orang tua yang masih berkiprah di politik, menurut Hendardi, seyogyanya Amien Rais bersikap hati-hati dan menjadi panutan, serta konsisten dalam ucapan dan sikapnya agar dapat menjadi teladan yangg baik khususnya bagi kader PAN.

"Jangan seperti ketika dipanggil Polda Metro Jaya hanya sebagai saksi kasus Ratna Sarumpaet, AR seperti kalap menggunakan jurus pendekar mabuk saat tiba dengan membangun opini yang tidak ada kaitan dengan pemanggilannya sebagai saksi termasuk dengan menyudutkan Kapolri, namun ketika selesai diperiksa malah sebaliknya memuji polisi dengan pujian telah 'dimuliakan' dan pujian lain," jelasnya.

Hendardi menambahkan KPK seyogyanya terus maju untuk membongkar kasus Taufik Kurniawan dan kasus-kasus korupsi lainnya. "Jangan ragu hanya karena gertakan-gertakan advonturir tokoh-tokoh politik. Rakyat akan selalu mendukung dan bersama KPK," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Zulhas Bersama Jajaran...
Zulhas Bersama Jajaran PAN Akan Bertemu Ketua KPK, Ada Apa?
Politikus PAN Divonis...
Politikus PAN Divonis 6 Tahun Penjara dan Dicabut Hak Politik 5 Tahun
Nurdin Abdullah Jadi...
Nurdin Abdullah Jadi Tersangka Suap, PAN Prihatin
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Buronan Kasus Korupsi...
Buronan Kasus Korupsi APBD Morowali Ditangkap di Samarinda
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved