TKD Jokowi-Kiai Ma'ruf Targetkan 70% Suara di Banten
Sabtu, 03 November 2018 - 22:18 WIB
TKD Jokowi-Kiai Ma'ruf Targetkan 70% Suara di Banten
A
A
A
SERANG - Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, menargetkan perolehan suara 70% di wilayah Provinsi Banten.
Ketua TKD Banten Asep Rahmatullah mengatakan, timnya terus bergerak bersama seluruh tokoh dan para kiai serta ulama beserta santri dan santriwati untuk pemenangkan pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf.
"Selaku ketua TKD, saya sudah turun ke setiap tokoh dan pesantren, serta masyarakat yang punya tingkat sosial berpengaruh, alhamdulillah saya target sebagai TKD 65 sampai 70 persen tercapai. Hanya kita tinggal bagaimana terus bekerja dan bergerak," ujar Asep di sela-sela Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Tokoh Banten, Tubagus Chasan Sochib (alm) bersama ulama, pendekar, dan Relawan Banten Bersatu untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin di GOR Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Sabtu (3/11/2018)
Asep mengatakan, Kiai Ma'ruf Amin sebagai putra asli Banten dan juga keturunan Syech Nawawi Al-Bantani, sudah menjadi kewajiban buat seluruh santri dan santriwati di Banten untuk memperjuangkan kemenangan Jokowi-Kiai Ma'ruf.
"Saya sudah melakukan survei secara internal dan ada juga survei eksternal. Dari LSI dan lain-lain, kita sudah ada peningkatan dan hasil survei pun sangat menggembirakan meski belum memuaskan. Artinya, kami terus lakukan konsolidasi dengan parpol untuk bagaimana parpol koalosi sama-sama mendukung kemenangan," tuturnya.
Pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf turut menghadiri deklarasi dukungan itu. Deklarasi tersebut dihadiri ribuan massa dari keluarga besar Tubagus Chasan Sochib (almarhum), termasuk Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, para ulama, Pendekar Banten, dan Relawan Banten Bersatu (RBB).
Ratu Tatu dalam sambutannya mewakili keluarga besar Tb Chasan Sochib mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. "Ini kebahagiaan. Selama ini Masyarakat Banten bisa dihitung untuk yang duduk di kementerian. Tapi Bapak Jokowi kali ini malah memberi tempat kepada salah satu putra terbaik Banten mendampingi bapak sebagai cawapres," kata Ratu Tatu.
Ratu Tatu mengajak masyarakat Banten untuk memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden 2019-2024. "Sekarang tergantung masyarakat Banten, apakah akan memanfaatkan kesempatan ini," kata dia.
Kepada para peserta deklarasi, Ratu Tatu mengatakan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir, namun justru awal perjuangan. Dia menyebut seluruh peserta deklarasi adalah jejaring keluarga besar itu untuk memenangkan berbagai ajang politik, mulai dari pilkada hingga pemilu legislatif di Provinsi Banten. Diharapkan jaringan itu bersedia bekerja juga untuk memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
"Jangan bermimpi jadi pemenang ketika duduk terus, ketika tak bergerak. Kami dari keluarga besar, berharap kepada kita semua agar memberikan hal yang sama dalam memenangkan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin," kata Ratu Tatu.
Andika Hazrumy yang membacakan naskah deklarasi dukungan, mengajak masyarakat Banten yang hadir dalam deklarasi tersebut untuk bersatu mendukung Jokowi-Kiai Ma'ruf sebagai pasangan capres-cawapres. "Kami satu tekad dapat memenangkan Bapak Joko Widodo bersama KH Ma'ruf Amin dengan kemenangan yang bermartabat dan membanggakan," tuturnya.
Ketua Panitia Acara, Airin Rachmi Diany, juga menyerukan agar pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Banten dilakukan dengan cara yang benar. Dalam artian tak ada kampanye negatif (negative campaign), tapi sebaliknya mengabarkan prestasi dan hasil kerja keras Jokowi selama ini.
"Biarlah negative campaign mereka lakukan. Tapi kita boleh. Mari kita tunjukkan saja apa yang selama ini sudah dilakukan Pak Jokowi untuk kita semua," kata Airin.
Sementara itu dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari warga masyarakat Banten di Pilpres 2019. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Almarhum Tubagus Hasan Sochib yang telah memberikan dukungan," kata Jokowi.
Jokowi bercerita, sekitar minggu lalu, hasil survei di Banten menunjukkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin masih kalah sekitar 9%. Namun Jokowi kini bisa sedikit bernapas lega karena dukungan langsung dan doa yang didapatkannya dari para tokoh di Banten. Jokowi mengaku tidak akan diam setelah menerima deklarasi dukungan itu.
"Saya akan cek pada pertengahan Desember nanti, sudah berubah apa belum. Kalau hasilnya bagus, berarti setelah pertemuan sore ini, memang kita betul-betul bergerak semua," tandas Jokowi.
Menurut Jokowi, angka survei sebagai salah satu acuan untuk evaluasi pemenangan. "Kenapa masih kalah? Memang dulu (Pilpres 2014) sudah kalah. Kita tahu Banten memang belum kita gerakkan. Di Desember kita cek lagi. Saya yakin cawapres saya adalah putra terbaik Banten," tuturnya.
Jokowi jua mengajak para pendukungnya untuk terus memelihara, merawat persatuan, kerukunan, dan persaudaraan sebangsa. "Beda agama, beda suku, beda adat, inilah negara kita Indonesia. Kita memiliki 714 suku, lebih dari 1.100 bahasa daerah yang berbeda-beda. Oleh sebab itu pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak pada kita semua untuk menjaga ukuwah Islamiyah kita, marilah kita jaga ukuwah wathoniah kita agar negara ini terus dan tetap bersatu, rukun," tuturnya.
Adapun Kiai Ma'ruf optimistis bisa mendulang suara maksimal di wilayah Banten. Apalagi dirinya merupakan putra asli Banten. "Kalau menurut saya, insyaAllah Banten menang karena ini baru dikonsolidasi. Dulu memang kalah, tapi sekarang kalah sedikit. Besok menang sedikit, lusa menang banyak. Karena cawapresnya putra Banten makanya wajib milih Jokowi," kata mantan Rais Aam PBNU ini.
Ketua TKD Banten Asep Rahmatullah mengatakan, timnya terus bergerak bersama seluruh tokoh dan para kiai serta ulama beserta santri dan santriwati untuk pemenangkan pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf.
"Selaku ketua TKD, saya sudah turun ke setiap tokoh dan pesantren, serta masyarakat yang punya tingkat sosial berpengaruh, alhamdulillah saya target sebagai TKD 65 sampai 70 persen tercapai. Hanya kita tinggal bagaimana terus bekerja dan bergerak," ujar Asep di sela-sela Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Tokoh Banten, Tubagus Chasan Sochib (alm) bersama ulama, pendekar, dan Relawan Banten Bersatu untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin di GOR Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Sabtu (3/11/2018)
Asep mengatakan, Kiai Ma'ruf Amin sebagai putra asli Banten dan juga keturunan Syech Nawawi Al-Bantani, sudah menjadi kewajiban buat seluruh santri dan santriwati di Banten untuk memperjuangkan kemenangan Jokowi-Kiai Ma'ruf.
"Saya sudah melakukan survei secara internal dan ada juga survei eksternal. Dari LSI dan lain-lain, kita sudah ada peningkatan dan hasil survei pun sangat menggembirakan meski belum memuaskan. Artinya, kami terus lakukan konsolidasi dengan parpol untuk bagaimana parpol koalosi sama-sama mendukung kemenangan," tuturnya.
Pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf turut menghadiri deklarasi dukungan itu. Deklarasi tersebut dihadiri ribuan massa dari keluarga besar Tubagus Chasan Sochib (almarhum), termasuk Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, para ulama, Pendekar Banten, dan Relawan Banten Bersatu (RBB).
Ratu Tatu dalam sambutannya mewakili keluarga besar Tb Chasan Sochib mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. "Ini kebahagiaan. Selama ini Masyarakat Banten bisa dihitung untuk yang duduk di kementerian. Tapi Bapak Jokowi kali ini malah memberi tempat kepada salah satu putra terbaik Banten mendampingi bapak sebagai cawapres," kata Ratu Tatu.
Ratu Tatu mengajak masyarakat Banten untuk memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden 2019-2024. "Sekarang tergantung masyarakat Banten, apakah akan memanfaatkan kesempatan ini," kata dia.
Kepada para peserta deklarasi, Ratu Tatu mengatakan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir, namun justru awal perjuangan. Dia menyebut seluruh peserta deklarasi adalah jejaring keluarga besar itu untuk memenangkan berbagai ajang politik, mulai dari pilkada hingga pemilu legislatif di Provinsi Banten. Diharapkan jaringan itu bersedia bekerja juga untuk memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
"Jangan bermimpi jadi pemenang ketika duduk terus, ketika tak bergerak. Kami dari keluarga besar, berharap kepada kita semua agar memberikan hal yang sama dalam memenangkan Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin," kata Ratu Tatu.
Andika Hazrumy yang membacakan naskah deklarasi dukungan, mengajak masyarakat Banten yang hadir dalam deklarasi tersebut untuk bersatu mendukung Jokowi-Kiai Ma'ruf sebagai pasangan capres-cawapres. "Kami satu tekad dapat memenangkan Bapak Joko Widodo bersama KH Ma'ruf Amin dengan kemenangan yang bermartabat dan membanggakan," tuturnya.
Ketua Panitia Acara, Airin Rachmi Diany, juga menyerukan agar pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Banten dilakukan dengan cara yang benar. Dalam artian tak ada kampanye negatif (negative campaign), tapi sebaliknya mengabarkan prestasi dan hasil kerja keras Jokowi selama ini.
"Biarlah negative campaign mereka lakukan. Tapi kita boleh. Mari kita tunjukkan saja apa yang selama ini sudah dilakukan Pak Jokowi untuk kita semua," kata Airin.
Sementara itu dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari warga masyarakat Banten di Pilpres 2019. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Almarhum Tubagus Hasan Sochib yang telah memberikan dukungan," kata Jokowi.
Jokowi bercerita, sekitar minggu lalu, hasil survei di Banten menunjukkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin masih kalah sekitar 9%. Namun Jokowi kini bisa sedikit bernapas lega karena dukungan langsung dan doa yang didapatkannya dari para tokoh di Banten. Jokowi mengaku tidak akan diam setelah menerima deklarasi dukungan itu.
"Saya akan cek pada pertengahan Desember nanti, sudah berubah apa belum. Kalau hasilnya bagus, berarti setelah pertemuan sore ini, memang kita betul-betul bergerak semua," tandas Jokowi.
Menurut Jokowi, angka survei sebagai salah satu acuan untuk evaluasi pemenangan. "Kenapa masih kalah? Memang dulu (Pilpres 2014) sudah kalah. Kita tahu Banten memang belum kita gerakkan. Di Desember kita cek lagi. Saya yakin cawapres saya adalah putra terbaik Banten," tuturnya.
Jokowi jua mengajak para pendukungnya untuk terus memelihara, merawat persatuan, kerukunan, dan persaudaraan sebangsa. "Beda agama, beda suku, beda adat, inilah negara kita Indonesia. Kita memiliki 714 suku, lebih dari 1.100 bahasa daerah yang berbeda-beda. Oleh sebab itu pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengajak pada kita semua untuk menjaga ukuwah Islamiyah kita, marilah kita jaga ukuwah wathoniah kita agar negara ini terus dan tetap bersatu, rukun," tuturnya.
Adapun Kiai Ma'ruf optimistis bisa mendulang suara maksimal di wilayah Banten. Apalagi dirinya merupakan putra asli Banten. "Kalau menurut saya, insyaAllah Banten menang karena ini baru dikonsolidasi. Dulu memang kalah, tapi sekarang kalah sedikit. Besok menang sedikit, lusa menang banyak. Karena cawapresnya putra Banten makanya wajib milih Jokowi," kata mantan Rais Aam PBNU ini.
(thm)