Penjelasan Tim Jokowi-Ma'ruf Terkait Target Menang Pilpres 70%
Rabu, 31 Oktober 2018 - 13:18 WIB
Penjelasan Tim Jokowi-Ma'ruf Terkait Target Menang Pilpres 70%
A
A
A
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin menargetkan menang pemilu presiden sebesar 70 persen pada 2019. Target itu diputuskan dalam Rakernas TKN bersama Tim Kampanye Daerah yang dilaksanakan di Surabaya beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua TKN, Arsul Sani menjelaskan, target itu memang dicanangkan untuk dilakukan seluruh tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf termasuk kepada parpol pengusung.
Di PPP, terget ini diklaim sudah dilakukan pembagian oleh para pengurus seperti Ketua Umum Romahurmuziy, dirinya dan sejumlah pengurus yang hanya fokus di kampanye Pilpres.
"Kalau sekarang ini yang kelihatan di media lebih kepda pilpres pada umumnya kalau pileg itu agak beda kita itu mulainya itu dengan kerja kerja darat," ujar Arsul saat dimintai komentar di Rumah Cemara, Menteng, Selasa 30 Oktober 2018.
Ada pun, lanjut Arsul, Pilpres sendiri lebih menempatkan kepada kerja-kerja di udara yakni melalui pembangunan opini dan isu di media massa. Menurut Arsul, kerja pileg berada di darat, dan pilpres di udara karena pemilu 2019 dianggapnya berbeda dengan pemilu sebelumnya.
Sementara terkait target 70 persen, kata Arsul, target itu sudah diasumsikan berdasarkan keyakinan bahwa saat 2014 Jokowi diasumsikan hanya sebagai Gubernur DKI Jakarta namun di Jakarta Jokowi mampu meraih suara hingga 50 persen.
Menurut Sekjen DPP PPP itu, hal yang sama juga terjadi di daerah lain seperti 8 daerah yang pada 2014 lalu suara Jokowi kurang maksimal sehingga total suara nasional yang diraih Jokowi hanya mencapai 56 persen. Dari hasil sejumlah lembaga survei, dukungan kepada petahana dianggap terus mengalami peningkatan di sejumlah daerah yang Jokowi dianggapnya masih lemah.
"Selain itu, dalam menentukan target (70 persen) kan memang harus ada faktor tinggi supaya itu melecut daya juang kita. Tetapi bukan asal menarget tinggi tapi juga ada ukuran ukuran objektif seperti yang tadi saya sebutkan. Kalau dulu di 2014 dapat 56 terus sekarang kita terget misalnya 60% ya itu berarti tidak kerja kita," tandasnya.
Wakil Ketua TKN, Arsul Sani menjelaskan, target itu memang dicanangkan untuk dilakukan seluruh tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf termasuk kepada parpol pengusung.
Di PPP, terget ini diklaim sudah dilakukan pembagian oleh para pengurus seperti Ketua Umum Romahurmuziy, dirinya dan sejumlah pengurus yang hanya fokus di kampanye Pilpres.
"Kalau sekarang ini yang kelihatan di media lebih kepda pilpres pada umumnya kalau pileg itu agak beda kita itu mulainya itu dengan kerja kerja darat," ujar Arsul saat dimintai komentar di Rumah Cemara, Menteng, Selasa 30 Oktober 2018.
Ada pun, lanjut Arsul, Pilpres sendiri lebih menempatkan kepada kerja-kerja di udara yakni melalui pembangunan opini dan isu di media massa. Menurut Arsul, kerja pileg berada di darat, dan pilpres di udara karena pemilu 2019 dianggapnya berbeda dengan pemilu sebelumnya.
Sementara terkait target 70 persen, kata Arsul, target itu sudah diasumsikan berdasarkan keyakinan bahwa saat 2014 Jokowi diasumsikan hanya sebagai Gubernur DKI Jakarta namun di Jakarta Jokowi mampu meraih suara hingga 50 persen.
Menurut Sekjen DPP PPP itu, hal yang sama juga terjadi di daerah lain seperti 8 daerah yang pada 2014 lalu suara Jokowi kurang maksimal sehingga total suara nasional yang diraih Jokowi hanya mencapai 56 persen. Dari hasil sejumlah lembaga survei, dukungan kepada petahana dianggap terus mengalami peningkatan di sejumlah daerah yang Jokowi dianggapnya masih lemah.
"Selain itu, dalam menentukan target (70 persen) kan memang harus ada faktor tinggi supaya itu melecut daya juang kita. Tetapi bukan asal menarget tinggi tapi juga ada ukuran ukuran objektif seperti yang tadi saya sebutkan. Kalau dulu di 2014 dapat 56 terus sekarang kita terget misalnya 60% ya itu berarti tidak kerja kita," tandasnya.
(maf)