Berantas Hoaks, Komunitas Ini Resmikan Website Baru

Rabu, 24 Oktober 2018 - 17:34 WIB
Berantas Hoaks, Komunitas...
Berantas Hoaks, Komunitas Ini Resmikan Website Baru
A A A
JAKARTA - Komunitas relawan Sejuta Teman mengajak masyarakat untuk berani melawan penyebaran hoaks yang semakin masif disebarkan selama beberapa tahun terakhir, terutama di media digital.

Ajakan ini disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Ngobrol Sore: Gak Pake Hoax' yang diselenggarakan bersamaan dengan peresmian website baru 'Sejuta Teman' di Sekretariat Sejuta Teman, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018).

Juru Bicara Sejuta Teman, Astri Wulan menjelaskan, website ini nantinya akan digunakan sebagai salah satu media untuk melawan penyebaran hoaks di masyarakat.

"Kami membuka kanal Lawan Hoaks yang isinya kumpulan informasi serta berita yang belum jelas kebenarannya, mengidentifikasinya sebagai hoaks, dan memberikan data serta fakta sebagai upaya meluruskan informasi yang beredar," kata Astri.

Selain itu, Sejuta Teman juga membuka kanal 'Lapor Hoaks' yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan hoaks yang ada di sekitar mereka. Ini adalah upaya meningkatkan partisipasi publik untuk melawan hoaks yang beredar mulai dari lingkungan terkecilnya.

"Tiap jelang tahun politik, sangat mudah kita menemukan kabar-kabar bohong dan bombastis disebar. Bahkan dari lingkungan terkecil misalnya grup keluarga. Harapannya tentu makin banyak orang yang sadar dan secara aktif melaporkan hoaks, bahkan harus dilawan dan diluruskan," kata Astri.

Diskusi dan peresmian website Sejuta Teman turut mengundang beberapa pembahas yakni koordinator Relawan Edukasi Antihoaks Indonesia (Redaxi) Astari Yanuarti, akademisi literasi digital Universitas Indonesia (UI) Firman K Sujono, dan Duta Antihoaks Olga Lidya.

Acara ini juga jadi momen perdana kopi darat relawan digital yang sudah dibentuk Sejuta Teman sejak bulan September lalu.

"Kami juga mengajak lebih banyak lagi teman-teman untuk bergabung bersama kami dan menjad relawan digital untuk melawan penyebaran hoaks. Semakin banyak orang yang sadar dan secara aktif melawan hoaks, tentu akan semakin baik bagi kualitas demokrasi kita," tutup Astri.
(maf)
Berita Terkait
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Kebakaran Jakarta Islamic...
Kebakaran Jakarta Islamic Center Jadi Pemberitaan Media Asing
Kunjungi iNews Media...
Kunjungi iNews Media Group, Kadispenad Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
IJTI Imbau Media Tidak...
IJTI Imbau Media Tidak Mengeksploitasi Pemberitaan Kasus Anak
iNews Media Group Temui...
iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Berita Terkini
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved