Kasus Ratna Sarumpaet Munculkan Sentimen Negatif untuk Kubu Prabowo
Selasa, 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB
Kasus Ratna Sarumpaet Munculkan Sentimen Negatif untuk Kubu Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet
yang sempat mengemuka menimbulkan efek kenaikan sentimen positif terhadap Jokowi dan sebaliknya meningkatkan sentimen negatif pada Prabowo.
"Jadi sebesar 25 persen responden menyatakan bahwa kasus hoaks ini membuat mereka lebih mendukung Jokowi, sementara sebanyak 17,9 persen responden menyatakan bahwa kasus ini membuat mereka lebih tidak mendukung Prabowo," ujar Peneliti LSI, Ikrama Masloman di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (23/10/2018).
"Survei menemukan bahwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet meningkatkan sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandiaga dan meningkatkan sentimen positif kepada Jokowi-Ma'ruf," sambungnya.
Ikrama juga mengungkapkan efek dari kasus hoaks Ratna Sarumpaet ternyata cukup menyita perhatian dalam rangka Pilpres 2019, dikarenakan Ratna tadinya merupakan salah satu personel Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
"Dan kasus hoaks ini bisa berdampak pada keterpilihan dalam kontestasi politik karena Ratna pernah menjadi anggota tim pemenangan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sebelum mengundurkan diri," tandasnya.
Survei nasional LSI Denny JA dilaksanakan pada 10 Oktober-19 Oktober 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 97,2%.
yang sempat mengemuka menimbulkan efek kenaikan sentimen positif terhadap Jokowi dan sebaliknya meningkatkan sentimen negatif pada Prabowo.
"Jadi sebesar 25 persen responden menyatakan bahwa kasus hoaks ini membuat mereka lebih mendukung Jokowi, sementara sebanyak 17,9 persen responden menyatakan bahwa kasus ini membuat mereka lebih tidak mendukung Prabowo," ujar Peneliti LSI, Ikrama Masloman di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (23/10/2018).
"Survei menemukan bahwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet meningkatkan sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandiaga dan meningkatkan sentimen positif kepada Jokowi-Ma'ruf," sambungnya.
Ikrama juga mengungkapkan efek dari kasus hoaks Ratna Sarumpaet ternyata cukup menyita perhatian dalam rangka Pilpres 2019, dikarenakan Ratna tadinya merupakan salah satu personel Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
"Dan kasus hoaks ini bisa berdampak pada keterpilihan dalam kontestasi politik karena Ratna pernah menjadi anggota tim pemenangan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sebelum mengundurkan diri," tandasnya.
Survei nasional LSI Denny JA dilaksanakan pada 10 Oktober-19 Oktober 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 97,2%.
(kri)