Presiden PKS Bolehkan Kampanye Negatif, Ini Respons Kubu Jokowi-Ma'ruf
Senin, 15 Oktober 2018 - 12:54 WIB
Presiden PKS Bolehkan Kampanye Negatif, Ini Respons Kubu Jokowi-Ma'ruf
A
A
A
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman mempersilakan kadernya untuk melakukan kampanye negatif. Hal itu disampaikan Sohibul di hadapan para kadernya saat Konsolidasi Akbar yang digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, Minggu 14 Oktober 2018 kemarin.
Pernyataan Sohubul itu pun mendapat respons dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Politikus PKB itu menganggap dalam kampanye seyogyanya semua pihak menyampaikan track record dan rekam jejak pasangan calon.
"Itu penting agar orang tau apa sesungguhnya apa yg menjadi watak dasar, apa sesungguhnya yang menjadi prinsip hidup orang dan sangat dibutuhkan dalam memimpin," ujar Karding saat dihubungi, Senin (15/10/2018).
Selain track record, lanjut Karding, program kerja apa yang akan dilakukan paslon, termasuk visi-misi yang memberi harapan kepada para pemilih. Selanjutnya, kinerja dan prestasi apa yang pernah dilakukan paslon termasuk solusi yang akan diberikan kepada masyarakat jika terpilih.
Dalam konteks kampanye negatif menurutnya hal tersebut sebenarnya dibolehkan sepanjang kampanye itu dilakukan dengan data dan fakta. Kendati begitu, ia mengharapkan semua pihak tak membawa kampanye negatif.
Sebab Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf ini mengaku semua pihak sudah bersepakat akan menjadikan Pilpres sebagai sebuah kebersamaan, membangun solidaritas, membangun demokrasi yang sehat dan menjaga stabilitas keamanan secara bersama-sama.
"Menjaga jangan sampai gaduh, menjaga toleransi kita, persatuan kita. Sehingga kampanye negatif bisa kita lakukan dalam rangka betul-betul mengetahui tentang jejak rekam. Tetapi (kampanye negatif) tidak boleh mendominasi seluruh kampanye kita selama enam bulan ke depan," pungkasnya.
Pernyataan Sohubul itu pun mendapat respons dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Politikus PKB itu menganggap dalam kampanye seyogyanya semua pihak menyampaikan track record dan rekam jejak pasangan calon.
"Itu penting agar orang tau apa sesungguhnya apa yg menjadi watak dasar, apa sesungguhnya yang menjadi prinsip hidup orang dan sangat dibutuhkan dalam memimpin," ujar Karding saat dihubungi, Senin (15/10/2018).
Selain track record, lanjut Karding, program kerja apa yang akan dilakukan paslon, termasuk visi-misi yang memberi harapan kepada para pemilih. Selanjutnya, kinerja dan prestasi apa yang pernah dilakukan paslon termasuk solusi yang akan diberikan kepada masyarakat jika terpilih.
Dalam konteks kampanye negatif menurutnya hal tersebut sebenarnya dibolehkan sepanjang kampanye itu dilakukan dengan data dan fakta. Kendati begitu, ia mengharapkan semua pihak tak membawa kampanye negatif.
Sebab Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf ini mengaku semua pihak sudah bersepakat akan menjadikan Pilpres sebagai sebuah kebersamaan, membangun solidaritas, membangun demokrasi yang sehat dan menjaga stabilitas keamanan secara bersama-sama.
"Menjaga jangan sampai gaduh, menjaga toleransi kita, persatuan kita. Sehingga kampanye negatif bisa kita lakukan dalam rangka betul-betul mengetahui tentang jejak rekam. Tetapi (kampanye negatif) tidak boleh mendominasi seluruh kampanye kita selama enam bulan ke depan," pungkasnya.
(kri)