Tokoh Lintas Agama Serukan Perdamaian dan Tak Politisasi Agama

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 20:40 WIB
Tokoh Lintas Agama Serukan...
Tokoh Lintas Agama Serukan Perdamaian dan Tak Politisasi Agama
A A A
JAKARTA - Sejumah tokoh lintas agama berkomitmen dan menyerukan perdamaian juga menyerukan agar tidak melakukan politisasi agama apalagi jelang pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 mendatang

Hal itu diungkapkan dalam Dialog Peradaban Lintas Agama dengan tema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas dasar Rahmat Kemanusiaan" di Jakarta yang dihadiri tokoh lintas agama. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Al Habib Umar bin Hafidz, Romo Franz Magnis, Pendeta Martin Lukito Sinaga, dan Bikkhu Dammashubo mahatera.

Habib Umar menyatakan dalam ajaran Islam, umat dilarang mengganggu dan memerangi umat dari agama lain. Dia mengatakan umat di seluruh dunia punya hubungan dan peran yang bisa saling mempersatukan.

"Setiap agama memiliki hubungan dan peran dalam hubungan antarumat di seluruh dunia. Kita semua dengan beragam agama dipadukan dengan hal-hal pokok. Hal-hal pokok yang mempersatukan kita ini, tugas kita menjaga hal-hal yang mempersatukan kita ini," ucapnya (13/10) di Jakarta.

Menurutnya, jika manusia tidak menjaga hal-hal yang bersifat merekatkan antarumat agama, maka akan timbul perpecahan. Padahal manusia diminta untuk berbuat baik dan adil termasuk kepada umat yang beda agama.

"Apabila dilalaikan perkara-perkara ini, maka justru akan timbul perpecahan yang diinginkan orang-orang yang ingin merusak persatuan kita. Allah tidak mengizinkan orang Islam mengganggu dan memerangi kaum yang tidak mengganggu dan memerangi kalian dalam hal agama. Allah mengizinkan kalian berbuat baik dan berbuat adil kepada mereka yang berbeda agama," ungkapnya.

Begitupun dengan Rohaniawan Katolik Romo Franz Magnis Suseno berharap tidak ada politisasi agama untuk meraih dukungan politik di Pemilihan Presiden 2019. Dia mengakui, kompetisi Pilpres 2019 bakal keras, namun dia berharap agama tidak dibawa-bawa ke dalam dunia politik.

"Jelang Pilpres yang jelas ketegangan-ketegangan akan naik. Sangat perlu suasana sejuk, saling percaya, tidak perlu perbedaan dan kompetisi politik dikaitkan dengan agama atau agama dikaitkan dengan perpolitikan," ucapnya dalam agenda yang sama.

Menurutnya, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno harus mempunyai kehendak kuat untuk mencegah politisasi agama. Pasalnya, agama harus memberikan nilai-nilai yang mengarahkan seseorang untuk memilih secara bertanggung jawab.

"Perbedaan politik di antara kedua kubu diadukan saja, tetapi tidak boleh memanfaatkan agama," ungkap dia.

Agama, kata Romo Magnis, bisa mendorong umatnya untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, memanfaatkan Pilpres 2019 untuk menyatakan pendapat dan tidak golput. Karena itu, sambungnya, ulama, pastor, pendeta dan tokoh-tokoh agama tidak perlu mengajak umatnya untuk memilih salah satu pasangan calon.

"Juga tidak ada aktivitas politik di tempat ibadah. Di tempat saya gereja, tidak perlu ada yang menyatakan kita memilih Presiden Jokowi atau memilih Pak Prabowo. Itu tidak perlu. Tidak perlu seorang pastor, pendeta, ulama, (mengajak) untuk memilih ini atau itu, serahkan saja kepada umat," tegasnya.

Sementara itu, Pendeta Martin Lukito mengatakan, masalah yang harus diperhatikan saat ini ialah persoalan mayoritas dan minoritas. Hal itu harus jadi perhatian khusus di tahun politik. Di mana persoalan itu bisa menjadi hal yang dimanfaatkan untuk membuat perpecahan.

"Kita harus melihat demokrasi dengan lebih kritis bila ternyata ada yang memanfaatkan isu minoritas mayoritas ini untuk memenangkan kotak suara," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Berkaca 2019, Fahri...
Berkaca 2019, Fahri Hamzah Minta Pemilu Serentak 2024 Zero Accident
Komeng Memimpin di Quick...
Komeng Memimpin di Quick Count KPU sebagai Caleg DPD Jabar, Netizen Girang
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved