Kubu Jokowi-Ma'ruf Nilai Pernyataan Prabowo Minim Gagasan
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 14:23 WIB
Kubu Jokowi-Ma'ruf Nilai Pernyataan Prabowo Minim Gagasan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq menganggap pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menyinggung tentang kekayaan ekonomi Indonesia yang disebut menyadur slogan Donald Trump saat kampanye Pilpres Amerika Serikat tidak kreatif.
"Seharusnya originalitas yang ada di Indonesia itu yang ditekankan bukan memakai strategi yang sifatnya menjiplak dari negara lain," ujar Rofiq saat dihubungi SINDOnews, Jumat (12/10/2018).
Rofiq mengingatkan, Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang beradab, dan bangsa yang juga cukup disegani oleh bangsa-bangsa lain. Karenanya ia berharap, semua pihak dalam melontarkan gagasan, ide dan wacana kebangsaan menonjolkan originalitas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri.
Dalam konteks tersebut, Sekjen DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu melihat bahwa narasi dan gagasan ekonomi yang dilontarkan Prabowo dan tim pendukungnya tidak memaksakan, sehingga mencari padanan kata yang sudah tenar pernah diucapkan Presiden Donald Trump.
"Menurut saya ini indikasi yang menurut saya juga masyarakat akan menilai bahwa kubu sebelah ini mengalami kekosongan gagasan," tandasnya.
Di hadapan peserta Rakernas LDII tahun 2018, Prabowo menyampaikan tentang kondisi ekonomi Indonesia. Salah satunya, mantan Danjen Kopassus itu menyebut elit negara tak peduli terhadap masyarakat, dan cenderung menguntungkan sekelompok dan keluarga. Prabowo juga menyebut istilah 'Make Indonesia Great Again' dalam sambutannya.
"Seharusnya originalitas yang ada di Indonesia itu yang ditekankan bukan memakai strategi yang sifatnya menjiplak dari negara lain," ujar Rofiq saat dihubungi SINDOnews, Jumat (12/10/2018).
Rofiq mengingatkan, Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang beradab, dan bangsa yang juga cukup disegani oleh bangsa-bangsa lain. Karenanya ia berharap, semua pihak dalam melontarkan gagasan, ide dan wacana kebangsaan menonjolkan originalitas yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri.
Dalam konteks tersebut, Sekjen DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu melihat bahwa narasi dan gagasan ekonomi yang dilontarkan Prabowo dan tim pendukungnya tidak memaksakan, sehingga mencari padanan kata yang sudah tenar pernah diucapkan Presiden Donald Trump.
"Menurut saya ini indikasi yang menurut saya juga masyarakat akan menilai bahwa kubu sebelah ini mengalami kekosongan gagasan," tandasnya.
Di hadapan peserta Rakernas LDII tahun 2018, Prabowo menyampaikan tentang kondisi ekonomi Indonesia. Salah satunya, mantan Danjen Kopassus itu menyebut elit negara tak peduli terhadap masyarakat, dan cenderung menguntungkan sekelompok dan keluarga. Prabowo juga menyebut istilah 'Make Indonesia Great Again' dalam sambutannya.
(maf)