Prabowo Gaungkan Jargon 'Make Indonesia Great Again'

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 10:05 WIB
Prabowo Gaungkan Jargon...
Prabowo Gaungkan Jargon 'Make Indonesia Great Again'
A A A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto menyoroti hilangnya kekayaan nasional Indonesia. Menurutnya, elite negara kini tidak lagi peduli terhadap kondisi masyarakat dan hanya menguntungkan golongan dan keluarganya.

Prabowo pun menggaungkan jargon "Make Indonesia Great Again". Istilah tersebut mirip dengan slogan yang dipakai Presiden AS Donald Trump saat kampanye sebagai capres AS yakni "Make America Great Again".

Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2018 di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018). Capres nomor urut 02 itu menuturkan, slogan khas Trump tersebut bisa diadopsi bangsa Indonesia.

"Begitu AS merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka menyatakan perang dagang. Tidak ada free trade (perdagangan bebas). Kenapa mereka mengatakan America First, Make America Great Again, dia mengatakan the important sign is American job," kata Prabowo. "Mengapa pemimpin Indonesia tak ada yang berani mengatakan yang penting adalah 'pekerjaan bagi rakyat Indonesia'," sambungnya.

Bagi Prabowo, ekonomi suatu bangsa dinilai berhasil jika mampu mempertahankan kepentingan nasional masing-masing. Dia juga meminta bangsa Indonesia tak benci terhadap bangsa lain. "Kita harus belajar dari bangsa mana pun, tapi kita jangan jadi pecundang di depan bangsa asing. Kita tidak boleh jadi kacung bangsa lain, pesuruh bangsa lain. Kita tidak boleh kehilangan tanah dan air kita," ujarnya.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin (KMA) menilai narasi ekonomi yang dibangun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (PAS) asal bunyi dan cenderung tidak valid. Bahkan, narasi ekonomi yang cenderung bombastis mengarah pada berita bohong (hoax) karena tidak ditunjang data dan fakta yang akurat.

"Saya menangkap kesan Prabowo benar-benar tidak diberikan informasi yang valid tentang kondisi bangsa kita hari ini sehingga yang beliau sampaikan out of date. Seharusnya timnya Prabowo-Sandi, terutama tim ekonominya, memberikan narasi yang benar. Kalau seperti ini, akhirnya hoax di bidang ekonomi, bukan hanya isu di sosial media, tetapi disampaikan langsung dari mulutnya Prabowo," ujar Lukman Edy dari Direktorat Saksi TKN Jokowi-KMA di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Ketua DPP PKB ini mengatakan, pernyataan-pernyataan kubu Prabowo-Sandi di ruang publik cenderung tidak memedulikan kondisi bangsa dan negara yang sedang ditimpa banyak bencana alam, namun lebih mencari keuntungan untuk pihak mereka sendiri. (kiswondari/abdul rochim)
(poe)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Sandiaga Uno Berikan...
Sandiaga Uno Berikan Buku Perjalanan Pilpres 2019 ke Prabowo
Eks Relawan Prabowo-Sandi...
Eks Relawan Prabowo-Sandi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved