Pertemuan IMF di Bali, SA: Pesta di Atas Penderitaan Rakyat

Selasa, 09 Oktober 2018 - 17:39 WIB
Pertemuan IMF di Bali,...
Pertemuan IMF di Bali, SA: Pesta di Atas Penderitaan Rakyat
A A A
JAKARTA - Pengusaha Sam Aliano baru saja mengunjungi korban selamat di Palu pada Senin, 8 Oktober 2018. Dia turut berpartisipasi dan memberikan donasi di daerah yang terkena gempa dan tsunami pada Jumat, 28 September 2018 lalu.

Sebelumnya, dia juga sempat mengunjungi Lombok yang juga terkena guncangan gempa. Ada yang menggelitik hatinya seperti keadaan bandara di dua kota tersebur yang jauh dari kata layak karena terkena dampak gempa.

"Artinya dua bandara itu termasuk bandara di kota lain kalah dari bandara Bali, bahkan Jakarta sebagai ibu kota juga ikut kalah bagusnya dari bandara Bali apa lagi terminal 1 dan 2 yang lama masih digunakan, artinya bandara Bali begitu megahnya dan besar dan bagus sudah lebih dari cukup, tapi kenapa harus mengeluarkan dana lagi," kata Sam kepada wartawan, Selasa, (9/10/2018).

Kini, bandara Ngurah Rai justru semakin bagus karena mengingat penerimaan tamu kehormatan adanya pertemuan IMF yang sedang berlangsung. Sam sangat menyayangkan hal ini.

"Tapi kenapa tambah menghabiskan dana lagi yang fantastis ke bandara Ngurah Rai sebanyak Rp 6 triliun hanya karena alasan kehadiran tamu IMF. Sungguh aneh dan tidak bisa diterima, ini dana sejarah terbesar yang habis untuk IMF," ujarnya geram.

Sam menjelaskam bahwa biaya sebanyak itu sebaiknya disalurkan untuk korban selamat dan keluarga korban akibat gempa dan tsunami Palu serta Lombok.

"Banyak yang membutuhkan termasuk Lombok dan Palu atau bahkan untuk memperbaiki bandara di provinsi tertinggal. Kan Indonesia bukan Bali Saja. Siapa dia IMF, merusak ekonomi bangsa dan ekonomi rakyat, ngapain hanya karena membahagiakan manusia istimewa (IMF) tapi di atas penderitaan rakyat," lanjut Sam.

"Apa lagi negara banyak musibah alam. Indonesia tidak butuh IMF, Indonesia negara kaya bisa menghasilkan uang sendiri, jelas terbukti kehadiran IMF malah membuat ekonomi Indonesia dan mata rupiah SEMAKIN turun, ini bukti bahwa Lembaga Imperialisme Amerika IMF itu membawa buruk ke Indonesia. Dana Rp 6,9 triliun itu berasal dari pinjaman IMF sendiri yang berbunga berat malah uang itu dihabiskan kepada IMF," ungkap dia.

"Indonesia saatnya menghapus hutang luar negeri bukan malah nambah hutang lagi. Jika sistem hutang terus-menerus membesar maka ekonomi Indonesia akan menghadapi situasi yang fatal," kata Sam.
(pur)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Berita Terkini
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved