Kemenkominfo Identifikasi Hoaks Gempa Sulteng, Ini Daftarnya

Selasa, 02 Oktober 2018 - 13:47 WIB
Kemenkominfo Identifikasi...
Kemenkominfo Identifikasi Hoaks Gempa Sulteng, Ini Daftarnya
A A A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memantau konten negatif yang beredar di jaringan internet, baik melalui situs maupun media sosial dan platform chatting terkait gempa dan tsunami di Donggala, Palu serta Mamuju, Sulawesi Tengah. Pantauan dilakukan sejak Sabtu, 29 September 2018.

Hasilnya ditemukan konten yang berisi informasi hoaks. Beberapa informasi hoaks yang beredar, pertama, Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa retak. “Faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa,” kata Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu dalam siaran pers yan diterima SINDOnews, Selasa (2/10/2018).

Kedua, mengenai korban musibah. Setelah ditelusuri yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami Aceh, 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

Ketiga, hoaks wali kota Palu meninggal. Faktanya Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat.

Keempat, hoaks gempa bumi Susulan. “Yang sebenarnya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti,” ujarnya.

Kelima, foto relawan FPI yang mengevakuasi korban gempa Palu. “Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi,” tuturnya.

Keenam, mayat yang minta gempa. Gambar tersebut diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau. Ketujuh, penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu gratis bagi keluarga korban. Faktanya pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu diprioritaskan mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makassar.

Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

“Jika ada informasi yang diduga mengandung hoaks, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email [email protected] atau mention ke akun Twitter @aduankonten,” terangnya.
(poe)
Berita Terkait
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Kebakaran Jakarta Islamic...
Kebakaran Jakarta Islamic Center Jadi Pemberitaan Media Asing
Kunjungi iNews Media...
Kunjungi iNews Media Group, Kadispenad Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
IJTI Imbau Media Tidak...
IJTI Imbau Media Tidak Mengeksploitasi Pemberitaan Kasus Anak
iNews Media Group Temui...
iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Berita Terkini
9 Jam Diperiksa KPK,...
9 Jam Diperiksa KPK, Bobby Rizaldi Dukung Penegakan Hukum Kasus Muara Enim
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Ungkap Strategi Cegahan...
Ungkap Strategi Cegahan Korupsi di Daerah, Mendagri Tito: Kuncinya Penguatan Sistem dan Integritas
GKSR Usulkan Parliamentary...
GKSR Usulkan Parliamentary Threshold 1%, Ferry Kurnia: Cegah Suara Terbuang
Jelang Pelimpahan Don...
Jelang Pelimpahan Don Ritto, Penyidik Polri Bawa Boks ke Kejagung
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved