Pemerintah Diminta Tak Sepelekan Peretasan 50 Juta Akun Facebook

Selasa, 02 Oktober 2018 - 08:38 WIB
Pemerintah Diminta Tak...
Pemerintah Diminta Tak Sepelekan Peretasan 50 Juta Akun Facebook
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta tak menganggap enteng peristiwa peretasan 50 juta akun Facebook via fitur View As. Terlebih, peretasan itu berulangkali terjadi.

Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia (HPHSI), Galang Prayogo mengatakan bahwa pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan. Kata dia, media sosial dari multiplatform hanya salah satu dari beragam persoalan komunikasi dan informatika.

"Kalau pemerintah tidak proaktif menganalisa kemungkinan buruk yang akan terjadi dan mencari solusi dari itu semua, tentu kekacauan media sosial akan menjadi sebuah keniscayaan,” ujar Galang dihubungi wartawan, Selasa (2/10/2018).

Selain itu, penjelasan Facebook mengenai daftar akun yang diretas dinilai perlu. “Facebook harus terbuka, adakah daftar akun yang diretas berasal dari Indonesia?" tuturnya.

Dia pun mengingatkan bahwa saat ini Indonesia memasuki tahun politik. "Bisa saja akun-akun itu digunakan oknum tak bertanggung jawab untuk kepentingan kampanye hitam,” katanya.

Lanjut Galang, pihaknya sejak awal sudah memprediksi hoaks akan merajalela menjelang Pilpres 2019. "Semua setuju hoaks menjadi musuh bersama, tetapi tidak ada langkah konkret untuk mencegah itu semua,” imbuhnya.

Dia juga menyinggung penanganan situs hoaks yang dialami Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Dari peristiwa tersebut, dia menilai kinerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) masih belum efisien dan membahayakan untuk budaya bermedia sosial di Indonesia.

“Kalau setiap persoalan dibiarkan menjadi fenomena yang meluas. Situs yang jelas-jelas berisi konten negatif sangat lambat ditutup. Persoalan yang ada di depan mata saja lambat, bagaimana nasib pencegahannya?” tegasnya.

Dia melanjutkan, pemerintah kerap abai dengan fenomena yang belakangan sudah ketahui menjadi sumber permasalahan dan kerap lambat menanganinya. “Ini lah yang menjadi persoalan dasar media sosial di Indonesia," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Kominfo Diminta Tinjau...
Kominfo Diminta Tinjau Ulang Rencana Bentuk Dewan Media Sosial
Hari Media Sosial Nasional,...
Hari Media Sosial Nasional, Kemkominfo:Filter Akun Toxic
Wacana Kominfo Blokir...
Wacana Kominfo Blokir Medsos Dinilai Rawan Berangus Pendapat Publik
Rilis Single Baru, HIVI!...
Rilis Single Baru, HIVI! dan Kemenkominfo Edukasi Anak Muda Melek Literasi Digital
Kominfo: Perlu Sistem...
Kominfo: Perlu Sistem Monitoring Isu Publik yang Terintegrasi
Penampakan Kejagung...
Penampakan Kejagung Geledah Kantor Kominfo Terkait Korupsi BTS
Berita Terkini
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved