Gempa di Sulawesi Tengah Bisa Jadi Tantangan untuk KPU

Sabtu, 29 September 2018 - 16:02 WIB
Gempa di Sulawesi Tengah...
Gempa di Sulawesi Tengah Bisa Jadi Tantangan untuk KPU
A A A
JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR) mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) sekitar pukul 18.02 WITA. Akibat gempa tersebut juga menyebabkan tsunami yang mengakibatkan kerusakan dibeberapa daerah.

Menanggapai itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menyebut peristiwa bencana itu menjadi tantangan bagi KPU, terutama bila mengganggu infrastruktur, jalur distribusi logistik.

"Yang kedua kalau bencana itu begitu besar, dia justru merubah suatu wilayah administrasi misalnya di Sidoarjo lumpur lapindo itu satu kawasan itu hilang. Jadi kita harus mengubah daftar pemilih, perhitungan tugas, distribusi logistiknya," kata Arief dalam diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tema Pemilu 2019 Pertaruhan Demokrasi, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2018).

Arief menjelaskan, akses komunikasi untuk daerah yang terkena gempa di Provinsi Sulawesi Tengah sedang terganggu. Hal ini membuat KPU kesulitan untuk memonitoring daerah tersebut.

"Nah ini harus diatasi dengan cepat, bahkan besok kita sudah mulai produksi kotak dan bilik suara mulai besok, tapi kalau formulir dan surat suara kita produksi di tahun 2019. Nah mudah mudahan seluruh wilayah di Indonesia tidak terganggu lagi terutama kalau sudah mendekati pemilu, karena itu bisa menjadikan kerumitan-kerumitan dari pemilih penyelenggara," jelasnya.

KPU, lanjut Arief, dalam keadaan seperti ini sudah menyiapkan jalan keluar seperti pada bencana alam yang menimpa Lombok, NTB. Dimana KPU telah mempersiapkan segala macam kebutuhan di daerah terkena bencana, agar mempermudah pekerjaan anggota KPU yang berada di daerah tersebut.

"Beberapa hal untuk membuat temen temen di sana tetap bisa bekerja dengan baik jadi ketika kantornya runtuh, kita sediakan tenda darurat, mereka tetap bisa bekerja di sana. Nah sekarang proses perbaikannya sudah dilakukan, mudah mudahan tidak terlalu lama," ungkapnya.

Arief juga belum mengkhawatirkan terkait identitas yang hilang bagi korban bencana di Sulteng. Sebab menurutnya Tsunami ini belum tahap menghilangkan satu peta administrasi sehingga semua harus berpindah, dan Ini baru kerusukan dipinggir pantai saja.

"Kan sekarang ada data base sudah ada di pusat data, baik data kependudukan itu ada di pusat data kependudukan nasional, termasuk data pemilih itu ada di server pemilih, kalau fisiknya hilang bisa lapor ke kita, kita cek lalu kita bisa urus lagi," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved