Generasi Milenial Harus Mempersiapkan Diri Jadi Pemimpin

Sabtu, 29 September 2018 - 06:15 WIB
Generasi Milenial Harus...
Generasi Milenial Harus Mempersiapkan Diri Jadi Pemimpin
A A A
SEMARANG - Sebagai calon penerus kepemimpinan bangsa, generasi muda saat ini yang sering disebut generasi milenial harus mempersiapkan diri. Sehingga saat menerima estafet kepemimpinan mereka sudah matang.

"Jadi pemimpin masyarakat, negara, pemerintahan, kelompok, hingga lingkungan. Karena dengan semakin banyak pemimpin di generasi milenial maka akan semakin banyak solusi kehidupan di permasalahan kebangsaan kita," kata Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada anggota Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, di UTC Convention Hotel, Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

Cak Imin menambahkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada generasi milenial dan perempuan ini dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman perpecahan yang hampir setiap hari ada. Apalagi perang sosial media baik karena faktor politik maupun idiologi transnasional telah berhasil membuat masyarakat mudah terpecah-belah.

"Maka sosialisasi empat pilar ini bisa mendorong dan memotivasi kalangan generasi muda terutama generasi perempuan untuk menjadi bagian dari garda terdepan penjaga persatuan dan kesatuan bangsa," urainya.

Ketua Umum DPP PKB ini menambahkan, kekerasan dan konflik yang muncul disebabkan karena berbagai faktor. Misalnya konflik karena berbeda pilihan politik, kerusuhan antar suporter sepakbola." Itu setiap hari mengancam kehidupan kita," lanjutnya.

Menurut Cak Imin, perempuan-perempuan milenial yang aktif akan menjadi kekuatan yang menyatukan. Empat pilar sudah bergeser bukan saja sosialisasi dogma normatifnya, tetapi sudah bergerak menggeser peran-peran untuk menjadi penyangga solidaritas masyarakat, penyangga perbedaan pendapat untuk menjaga keberlangsungan hidup yang damai.

Hasil produk sosialisasi empat pilar ini diharapkan mereka jadi garda terdepan yang bisa mendamaikan kekerasan dan ancaman konflik.

Cak Imin memaparkan, para pendiri NKRI dahulu sudah memprediksi bahwa jika hanya mengusung satu golongan kepentingan, maka ke depan Indonesia akan mudah terkoyak-koyak. "Karena itulah dulu akhirnya para pendiri bangsa urung memberlakukan Piagam Jakarta dan menggantinya dengan Pancasila yang kita kenal sekarang," ujar Muhaimin.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah Fatayat Jawa Tengah Tazkiyatul Muthmainnah menyatakan, perempuan merupakan ujung tombak dalam menangkal semua idiologi negatif transnasional yang merongrong NKRI. "Perempuan melakukannya secara efektif dengan menyampaikan kepada anak, suami dan keluarganya," ujarnya.
(mhd)
Berita Terkait
Doakan Gus Jazil, Rais...
Doakan Gus Jazil, Rais Syuriyah PCNU Jakpus Ingin NU Mendunia
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Pandemi, Sidang Tahunan...
Pandemi, Sidang Tahunan MPR Tetap Digelar dan Hanya Dihadiri 57 Orang
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
MPR Disarankan Segera...
MPR Disarankan Segera Lantik Wakil Ketua Baru
Permintaan Maaf Mendikbud...
Permintaan Maaf Mendikbud Harus Diikuti Kebijakan yang Positif
Berita Terkini
Presiden PKS soal Perpres...
Presiden PKS soal Perpres 111/2025: Langkah Tepat Pemerintah Jadikan Kampanye LGBTQ Ancaman Nonmiliter
Lawan Vonis 10 Tahun...
Lawan Vonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Ajukan Memori Banding Pekan Ini
Praktisi: Pengabaian...
Praktisi: Pengabaian Ganti Rugi Immaterial Perkara Perdata Rugikan Pencari Keadilan
Rakernas di Bekasi,...
Rakernas di Bekasi, Laskar Anti Korupsi Indonesia Ingin Perkuat Peran Pengawasan
Prabowo: Indonesia-Singapura...
Prabowo: Indonesia-Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka
Kasus Suap Bupati Suhardiman...
Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved