Rupiah Makin Lemah, Jubir Kampanye Yakin Jokowi Tak Tinggal Diam
Rabu, 05 September 2018 - 15:33 WIB
Rupiah Makin Lemah, Jubir Kampanye Yakin Jokowi Tak Tinggal Diam
A
A
A
JAKARTA - Dalam beberapa hari ini publik dikagetkan dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang cenderung melemah. Bahkan, pada Selasa kemarin Rupiah berada di level Rp15.000 meski hari ini kembali menguat.
Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tentu tidak tinggal diam menghadapi depresi nilai tukar Rupiah atas Dollar Amerika Serikat.
"Presiden Jokowi dan Menteri terkait telah berupaya untuk dapat mencari solusi atas masalah ini," kata Ace saat dihubungi SINDOnews, Rabu (5/9/2018).
Kata Ace, yang harus dipahami adalah bahwa pergerakan nilai tukar yang terjadi saat ini adalah hal yang alamiah, sepanjang pergerakannya mengikuti nilai tukar yang lain.
Menurutnya, Pemerintah dan Bank Indonesia telah berusaha untuk menjaga nilai tukar rupiah dalam kondisi yang baik bagi dunia usaha dan khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dia menambahkan, pemerintah terus bekerja dengan serius memperkokoh perubahan dan mengerjakan fundamental ekonomi yang sistemik agar rupiah bisa terjaga dan berwibawa sepanjang waktu.
Ketua bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar ini menganggap, faktor eksternal mau tidak mau memang mempengaruhi nilai tukar sehingga, bukan hanya Indonesia yang terdampak.
"Untuk itu, kita perlu sinergi yang positif, kerja sama yang saling menguatkan agar perekonomian nasional kita tetap berdaulat," ujar Ace.
Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tentu tidak tinggal diam menghadapi depresi nilai tukar Rupiah atas Dollar Amerika Serikat.
"Presiden Jokowi dan Menteri terkait telah berupaya untuk dapat mencari solusi atas masalah ini," kata Ace saat dihubungi SINDOnews, Rabu (5/9/2018).
Kata Ace, yang harus dipahami adalah bahwa pergerakan nilai tukar yang terjadi saat ini adalah hal yang alamiah, sepanjang pergerakannya mengikuti nilai tukar yang lain.
Menurutnya, Pemerintah dan Bank Indonesia telah berusaha untuk menjaga nilai tukar rupiah dalam kondisi yang baik bagi dunia usaha dan khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dia menambahkan, pemerintah terus bekerja dengan serius memperkokoh perubahan dan mengerjakan fundamental ekonomi yang sistemik agar rupiah bisa terjaga dan berwibawa sepanjang waktu.
Ketua bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar ini menganggap, faktor eksternal mau tidak mau memang mempengaruhi nilai tukar sehingga, bukan hanya Indonesia yang terdampak.
"Untuk itu, kita perlu sinergi yang positif, kerja sama yang saling menguatkan agar perekonomian nasional kita tetap berdaulat," ujar Ace.
(maf)