MUI: Perang Tagar di Tahun Politik Banyak Mudaratnya

Senin, 03 September 2018 - 16:51 WIB
MUI: Perang Tagar di...
MUI: Perang Tagar di Tahun Politik Banyak Mudaratnya
A A A
JAKARTA - Perang tagar bernuansa Pilpres di media sosial dinilai sudah melebihi batas. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap kondisi demikian tidak sehat dan dapat mengancam keutuhan bangsa.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, perang tagar di media sosial belakangan ini menampilkan gejala perpecahan bangsa di mana kotak-kotak kepentingan politik bernuansa ideologis menguat.

"Ini kondisi yang tidak sehat," kata Zainut Tauhid melalui keterangan resminya, Senin (3/9/2018).

Meski masa kampanye Pemilu 2019 belum dimulai, kerap kita dapati perang opini dan gagasan berlangsung terbuka di media sosial. Terkadang hal itu diwarnai aksi pengerahan massa di lapangan.

Meski mengatasnamakan kebebasan berekspresi, Zainut mengingatkan, setiap warga negara terikat oleh norma kepatutan, norma hukum, dan etika dalam menyampaikan pendapat.

Zainut juga mengkritisi perang tagar antara #2019GantiPresiden dengan tagar Jokowi dua periode. Meski dianggap tak menyalahi aturan pemilu, Zainut menilai perang tagar itu tak patut dilakukan. Pasalnya, perang tagar iti tidak produktif di tengah suhu politik yang semakin memanas. "Kami menilai mudaratnya lebih banyak dari padaanfaatnya," kata Zainut.

Karenanya, MUI mengimbau semua pihak untuk mengedepankan kesantunan dan kepatutan dalam menyampaikan pendapat. Kepada para elite politik, MUI meminta mereka menahan diri.

Tak ketinggalan, kepada umat Islam, MUI menyerukan agar tetap memelihara ukhuwah Islamiyah dan tidak terjebak dalam pertentangan.

Kepada aparat keamanan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat, MUI mengimbau agar ikut mendinginkan suasana dan menentramkan masyarakat. Agar hajat pesta demokrasi dapat berlangsung lancar, tertib, aman dan penuh kegembiraan.

"Tujuan Pemilu tidak hanya sekadar memilih dan mengganti presiden saja. Tapi juga membangun peradaban bangsa yang demokratis, maju, berdaulat, adil, sejahtera dan beradab," kata Zainut.
(pur)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Berita Terkini
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved