Kubu Jokowi Berharap Keakraban di Asian Games Sejukkan Pilpres
Kamis, 30 Agustus 2018 - 10:08 WIB
Kubu Jokowi Berharap Keakraban di Asian Games Sejukkan Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pertandingan Pencak silat Asian Games 2018 direspons positif.
Keakraban yang ditampilkan para tokoh nasional tersebut dianggap menjadi kejutan sekaligus momentum olah raga mampu menyatukan pemimpin bangsa tanpa membedakan suku, agama, warna kulit, status sosial, gender maupun pilihan dan warna politiknya.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi- Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai, kemesraan para tokoh tersebut membuat tahun politik menjadi sejuk.
"Untuk keharuman bangsa semua pimpinan nasional bersatu, apa pun partai dan calon presidennya. Olah raga mengajarkan sportivitas, kejujuran, unjuk prestasi, dan ketaatan pada aturan main. Inilah semangat olah raga yang seharusnya merasuk dalam politik," tutur Hasto dalam keterangan persnya, Kamis (30/8/2018). (Baca juga: Jokowi-Prabowo Berpelukan, Sandiaga Uno Merinding )
Menurut Hasto, politik juga harus berorientasi kepada prestasi melalui gagasan-gagasan terbaik untuk Indonesia Raya. Mereka yang melakukan kecurangan, kampanye hitam, dan ujaran kebencian, termasuk hoaks, sama saja dengan mematikan keadaban bangsa dan sudah selayaknya dihukum oleh ‘wasit politik’, yaitu rakyat Indonesia.
"Rakyat lah yang bertindak sebagai wasit dan hakim pemilu yang paling adil," tandas Hasto.
Dia menganggap pencak silat sebagai olah raga yang otentik dan menampilkan watak keindonesiaan. Melalui pencak silat, originalitas kebangsaan tercermin di dalamnya.
Menurut dia, keberhasilan para atlet Indonesia termasuk cabang pencak silat yang mengharumkan nama bangsa menjadi modal sekaligus spiri politik olah raga merupakan cermin dalam jagad politik yang tidak melulu sempit kepentingan dengan menghalalkan segala cara.
Dia menegaskan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menjanjikan tim kampanye yang meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tersebut.
"Pileg dan pilpres seharusnya juga berkonsentrasi pada nama harum Indonesia. Marilah bersatu dalam Pancasila, dan berkomitmen menolak berbagai sekat pemecah belah," tuturnya.
Keakraban yang ditampilkan para tokoh nasional tersebut dianggap menjadi kejutan sekaligus momentum olah raga mampu menyatukan pemimpin bangsa tanpa membedakan suku, agama, warna kulit, status sosial, gender maupun pilihan dan warna politiknya.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi- Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai, kemesraan para tokoh tersebut membuat tahun politik menjadi sejuk.
"Untuk keharuman bangsa semua pimpinan nasional bersatu, apa pun partai dan calon presidennya. Olah raga mengajarkan sportivitas, kejujuran, unjuk prestasi, dan ketaatan pada aturan main. Inilah semangat olah raga yang seharusnya merasuk dalam politik," tutur Hasto dalam keterangan persnya, Kamis (30/8/2018). (Baca juga: Jokowi-Prabowo Berpelukan, Sandiaga Uno Merinding )
Menurut Hasto, politik juga harus berorientasi kepada prestasi melalui gagasan-gagasan terbaik untuk Indonesia Raya. Mereka yang melakukan kecurangan, kampanye hitam, dan ujaran kebencian, termasuk hoaks, sama saja dengan mematikan keadaban bangsa dan sudah selayaknya dihukum oleh ‘wasit politik’, yaitu rakyat Indonesia.
"Rakyat lah yang bertindak sebagai wasit dan hakim pemilu yang paling adil," tandas Hasto.
Dia menganggap pencak silat sebagai olah raga yang otentik dan menampilkan watak keindonesiaan. Melalui pencak silat, originalitas kebangsaan tercermin di dalamnya.
Menurut dia, keberhasilan para atlet Indonesia termasuk cabang pencak silat yang mengharumkan nama bangsa menjadi modal sekaligus spiri politik olah raga merupakan cermin dalam jagad politik yang tidak melulu sempit kepentingan dengan menghalalkan segala cara.
Dia menegaskan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menjanjikan tim kampanye yang meneladani nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tersebut.
"Pileg dan pilpres seharusnya juga berkonsentrasi pada nama harum Indonesia. Marilah bersatu dalam Pancasila, dan berkomitmen menolak berbagai sekat pemecah belah," tuturnya.
(dam)