Berebut Milenial

Selasa, 28 Agustus 2018 - 07:13 WIB
Berebut Milenial
Berebut Milenial
A A A
MILENIAL menjadi tema populer dan makin sering diper­bincangkan seiring mendekatnya jadwal pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019. Dua kubu calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) yakni Joko Widodo- Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kian sering menampilkan identitas milenial setiap kali tampil di hadapan publik. Isu milenial juga menjadi salah satu yang akan dimasukkan dalam visi-misi dan program kedua pasangan calon untuk disampaikan saat kampanye pilpres nanti.

Di kubu Jokowi- Ma’ruf, peran untuk menarik simpati milenial akan lebih banyak dilakukan oleh Jokowi yang juga kandidat petahana. Sedangkan di kubu Prabowo-Sandi, peran tentu lebih banyak diambil oleh Sandi yang tercatat sebagai kandidat termuda di antara empat calon yang bersaing.

Milenial adalah kelompok yang lahir setelah generasi X sehingga sering pula disebut sebagai Generasi Y. Mereka lahir dalam rentang 1981 - 1999 atau akan berusia 20 - 38 tahun pada 2019. Jumlahnya saat pemilu nanti tidak kecil, yakni mencapai sekitar 86 juta jiwa. Jika dipersentasekan, 48% pemilih pada Pemilu 2019 adalah generasi milenial. Komposisi ini bahkan bisa berubah bila ditambahkan dengan pemilih yang berusia 17 - 19 tahun yang sudah memiliki hak pilih. Jika ukurannya adalah rentang usia 17 - 38 tahun, pemilih milenial mencapai 51%.

Dengan kata lain, satu dari dua pemilih di pemilu tahun depan adalah generasi milenial. Jumlahnya yang besar ini bisa menjadi faktor penentu kemenangan kandidat jika ia mampu mengelola isu dengan baik. Dari data ini cukup jelas alasan mengapa kandidat capres dan cawapres beserta partai politik pengusung sama-sama membidik dukungan dari generasi dotcom ini.

Sandiaga Uno sering disebut-sebut paling berpotensi untuk mendulang suara kalangan milenial. Sandi memang punya modal untuk itu. Selain tergolong muda dari sisi usia, dia juga memiliki aktivitas yang dekat dengan kalangan muda di antaranya hobi olahraga lari dan bola basket. Sandi juga langsung melempar isu lapangan kerja sesaat setelah dia dinyatakan resmi sebagai pasangan Prabowo. Tidak hanya memoles dirinya, mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini juga mulai mempromosikan pasangannya.

Pada suatu kesempatan di Jakarta pada Kamis (22/8), Sandi menyebut bahwa sosok Prabowo saat ini sudah berubah menjadi asyik dan sangat cair. Dia menyebut mantan Danjen Kopassus tersebut sebagai “The New Prabowo”. Ini salah satu strategi untuk memperkenalkan sosok Prabowo yang baru, termasuk ke generasi muda.

Sementara itu, Jokowi juga tidak kalah gesit dalam merebut dukungan milenial. Ini tentu bukan masalah berat bagi Jokowi karena selama ini dia memang sudah sering mengidentikkan dirinya dengan milenial antara lain dicirikan melalui simbol motor gede yang kerap dikendarainya dan fashion berupa sneaker yang kerap dikenakannya. Jokowi tetap diandalkan untuk mengimbangi Sandi karena memiliki kedekatan dengan pemilih milenial, baik dari sisi gaya maupun usia.

Menarik menunggu pendekatan apa lagi yang akan dilakukan oleh kubu dua pasangan capres dan cawapres dalam mendekati milenial. Namun, pendekatan para kandidat kepada milenial ini diharapkan bukan sekadar gimmick untuk kepentingan pragmatisme semata, yakni ingin merebut simpati dan dukungan. Diperlukan keseriusan dalam “menggarap” kelompok milenial dengan merespons apa yang menjadi kebutuhannya.

Beberapa yang menjadi kebutuhan milenial saat ini adalah ruang kreativitas yang terbuka luas, terutama yang berkaitan dengan teknologi informasi. Selain itu, pembukaan lapangan kerja, terutama bidang usaha yang dekat dengan karakter milenial seperti pengembangan usaha rintisan (start-up) dan bisnis online.

Setidaknya ada tiga isu yang paling menarik minat milenial saat ini. Pertama, olahraga; kedua, musik dan film; dan ketiga, teknologi informasi (TI). Tiga tema ini harus mampu dirumuskan dan dituangkan ke dalam program capres dan cawapres nanti.
(kri)
Berita Terkait
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Berita Terkini
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila...
Hari Lahir Pancasila 2026, Irfan Aghasar Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keadilan Sosial
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Hidupkan Semangat Kongres...
Hidupkan Semangat Kongres Pemuda 1926, IKPPI Gelar Gema Pemuda 2026
Pelimpahan Berkas Gus...
Pelimpahan Berkas Gus Yaqut Tunggu Proses Ibadah Haji 2026 Selesai
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan China Berebut Kuasai Kutub Selatan Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved