Menpora Imam Nahrawi Masuk Bursa Calon Ketua Umum ISNU

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 16:15 WIB
Menpora Imam Nahrawi...
Menpora Imam Nahrawi Masuk Bursa Calon Ketua Umum ISNU
A A A
BANDUNG - Kongres II Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) diramaikan nama sosok-sosok populer yang digadang-gadang masuk dalam bursa calon ketua umum ISNU periode 2018-2023.

Satu di antaranya nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Sepak terjangnya dalam mendongkrak prestasi olahraga nasional maupun internasional, termasuk penyelenggaraan Asian Games 2018, membuatnya dinilai pantas menduduki jabatan tersebut.

Steering Commitee (SC) Kongres II ISNU Yosep Yusdiana mengungkapkan, Imam Nachrowi menjadi satu di antara sejumlah sosok-yang dianggap memiliki talenta sesuai dengan kriteria yang diharapkan ISNU, sehingga layak menempati jabatan Ketua Umum ISNU periode 2018-2023.

"Pak Imam Nacrowi punya talenta, nama beliau muncul seiring dinamika politik yang berkembang menjelang kongres," ungkap Yosep di sela-sela Kongres II ISNU di Universitas Islam Nusantara (Uninus), Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2018).

Selain Imam Nachrowi, nama lain yang muncul ke permukaan, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. Bahkan, kata Yosep, Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa pun berpeluang kembali menempati jabatanya untuk periode keduanya.

"Mahfud MD dan Nusron Wahid banyak diperbincangkan, terutama lewat media sosial," ujarnya.

Nama lainnya, yakni Irjen Kemenag Nur Kholis Setiawan, pejabat BUMN Alhambra, hingga sejumlah nama lainnya dengan latar belakang profesi sebagai rektor maupun guru besar. Bahkan, sejumlah akademisi bergelar profesor, doctor, hingga magister bermunculan dan dinilai layak menempati jabatan tersebut.

"Mereka memiliki talenta. Saya kira pertanyaannya bukan layak atau tidak layak karena dari sisi itu publik sudah memahami jika mereka memang layak," kata Yosep yang juga Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) ISNU Jabar itu.

Sosok-sosok tersebut diharapkan mampu mengabdi memimpin ISNU dengan membawa ide-ide kongkret hingga berbuah menjadi sebuah keputusan politik. Hal itu, kata Yosep, bisa terjadi manakala mereka mampu tampil ke muka untuk memimpin ISNU.

"Ayo sama-sama turun gunung. Menjadi seorang intelektual, akademisi, cendikiawan itu tidak perlu merasa alergi terhadap proses memimpin organisasi," ujar Yosep.

Meski ISNU merupakan badan otonom termuda Nahdlatul Ulama (NU), namun karena memiliki motor kaum intelektual dan cendekiawan, ISNU menjadi organisasi yang memiliki peran strategis. Bukan hanya bagi NU, namun juga bagi bangsa ini.

"Dengan kuantitas intelektual dan cendikiawan yang besar serta kualitasnya yang mumpuni, sayang jika sosok-sosok tersebut tidak dimunculkan. Nanti para PC (pengurus cabang) akan melihat sosok-sosok itu dengan talentanya masing-masing," papar Yosep.

Kongres II ISNU digelar di Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, Sabtu (25/8/2018) dan akan berakhir Minggu 26 Agustus 1018 besok dengan agenda utama memilih Ketua Umum ISNU periode 2018-2023. Kongres II ISNU dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat 24 Agustus 2018.

Menurut dia, ISNU tengah dihadapkan pada sejumlah tantangan besar bangsa ini, terutama dalam menanggapi percepatan arus teknologi informasi yang terus berkembang, termasuk percepatan industriliasi, sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjawab berbagai tantangan itu, mulai persoalan keilmuan hingga berbagai persoalan kebangsaan.
(dam)
Berita Terkait
Selamat untuk Nahdlatul...
Selamat untuk Nahdlatul Ulama!
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
Visi Nahdlatul Ulama...
Visi Nahdlatul Ulama Abad Kedua
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul...
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama, Bagaimana Memahaminya?
Nahdlatul Ulama Akan...
Nahdlatul Ulama Akan Bangun Peradaban dari Lautan
Berita Terkini
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Usai Mundur Jadi Pengacara...
Usai Mundur Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Kini Pakai Kursi Roda
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved