Tiga Hal Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Belum Diumumkan
Kamis, 23 Agustus 2018 - 10:53 WIB
Tiga Hal Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Belum Diumumkan
A
A
A
JAKARTA - Tim Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pasangan Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) telah menyerahkan susunan tim kampanye nasional (TKN) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) berberapa waktu lalu. Namun, dari total 150 TKN, tim belum mencatumkan Ketua tim pemenangan.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, ada tiga hal untuk mencermati kenapa Jokowi belum mengumumkan ketua tim pemenangan.
Pertama, kata Adi, posisi Ketua tim dianggap sangat penting dan strategis karena akan menahkodai koalisi besar, yakni sebuah koalisi yang mesti dijaga keseimbangan politiknya karena rentan terjadi gejolak politik internal.
"Sebab itu, ketua timses harus diterima dengan ikhlas semua partai koalisi serta mampu mendinamisir akselerasi mesin partai. Karena koalisi gemuk rentan obesitas," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (23/8/2018).
Kedua lanjut Adi, selain alasan Jokowi sibuk mengurus bencana dan Asian Games, belum ditentukannya ketua timses Jokowi-Ma'ruf terkait dengan tarikan berbagai partai yang berminat mengincar posisi itu. Terutama partai-partai besar dengan suara dominan di DPR.
Menurutnya, hal ini wajar sebatas dinamika biasa karena pada hakikatnya koalisi Jokowi sudah solid dan siap tempur. Ketiga, Jokowi juga tak perlu buru-buru tentukan ketua timses karena masa kampanye pemilu belum dimulai.
"Masih tahap verifikasi berkas capres/cawapres. Jokowi sudah on the track berjibaku dengan korban gempa dan asian ketimbang buru-buru urus politik," pungkasnya.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, ada tiga hal untuk mencermati kenapa Jokowi belum mengumumkan ketua tim pemenangan.
Pertama, kata Adi, posisi Ketua tim dianggap sangat penting dan strategis karena akan menahkodai koalisi besar, yakni sebuah koalisi yang mesti dijaga keseimbangan politiknya karena rentan terjadi gejolak politik internal.
"Sebab itu, ketua timses harus diterima dengan ikhlas semua partai koalisi serta mampu mendinamisir akselerasi mesin partai. Karena koalisi gemuk rentan obesitas," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (23/8/2018).
Kedua lanjut Adi, selain alasan Jokowi sibuk mengurus bencana dan Asian Games, belum ditentukannya ketua timses Jokowi-Ma'ruf terkait dengan tarikan berbagai partai yang berminat mengincar posisi itu. Terutama partai-partai besar dengan suara dominan di DPR.
Menurutnya, hal ini wajar sebatas dinamika biasa karena pada hakikatnya koalisi Jokowi sudah solid dan siap tempur. Ketiga, Jokowi juga tak perlu buru-buru tentukan ketua timses karena masa kampanye pemilu belum dimulai.
"Masih tahap verifikasi berkas capres/cawapres. Jokowi sudah on the track berjibaku dengan korban gempa dan asian ketimbang buru-buru urus politik," pungkasnya.
(maf)