Jokowi dan Rommy Kompak Bicara Islam Moderat

Rabu, 08 Agustus 2018 - 15:36 WIB
Jokowi dan Rommy Kompak...
Jokowi dan Rommy Kompak Bicara Islam Moderat
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy memberikan sambutan dalam pembukaan Pelatihan Kader Ulama XII di Pendidikan Kader Ulama di Gedung Tegar Beriman, Kompleks Pemda Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018).Jokowi dan Romahurmuziy menyinggung tentang perlunya menjaga dan mengembangkan Islam Moderat di Indonesia.
Rommy, begitu Romahurmuziy biasa disapa menyebutkan umat Islam diciptakan untuk menjadi umat di tengah agar bisa menjadi saksi atas seluruh umat manusia.

Menurut dia, menjadi berada di tengah atau moderat ini penting agar bisa berbuat adil kepada golongan lain dan tidak mudah menyalahkan.

Islam di Indonesia, lanjut Rommy, sejak awal memang disebarkan dengan cara moderat. Hal ini terlihat dari dakwah para wali. Dari namanya saja mereka menyebut diri sebagai sunan yang berasal dari kata Susuhunan dalam bahasa Jawa.

“Dalam menyebarkan Islam, para sunan memperhatikan adat istiadat setempat. Tidak heran jika misalnya Sunan Kudus memuliakan sapi yang dianggap suci oleh masyarakat yang saat iti mayoritas beragama Hindu,” jelas Rommy.

Bukan hanya di Jawa, cara moderat ini bisa dilakukan di semua daerah. Seperti Sunda, Sumatera dan Sementara itu Jokowi dalam sambutannya menyebutkan bahwa Indonesia berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa mayoritas beragama Islam. Namun di sisi lain, Indonesia sangat beragam. Ini terlihat dari adanya ribuan pulau dan ribuan bahasa lokal serta budaya yang berkembang.

Di tengah keberagaman itu, Islam tetap berkembang dengan baik dan memiliki corak yang khas dibanding banyak negara Islam.“Dalam berbagai pertemuan internasional saya selalu menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia. Ini saya sampaikan karena banyak yang tidak tahu,” kata Jokowi.

Kekhasan Islam Indonesia yang moderat menurut Jokowi membuat umat Islam Indonesia sering menjadi penengah saat ada konflik umat Islam di dunia.
(dam)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved