KPK Ungkap Sekjen Kemenkumham Lebih Berkuasa dari Dirjen Pas

Senin, 23 Juli 2018 - 15:20 WIB
KPK Ungkap Sekjen Kemenkumham...
KPK Ungkap Sekjen Kemenkumham Lebih Berkuasa dari Dirjen Pas
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) diketahui lebih berkuasa ketimbang Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen pas).

Hal demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif dalam rapat dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Laode mengatakan bahwa KPK pernah melakukan kajian tentang Lapas sejak 2008 lalu. "Dan temuan dan rekomendasinya belum dijalankan secara utuh, salah satunya tidak ada kode etik yang ketat bagi Dirjen pas dan Lapas," kata Laode.

Temuan lainnya, lanjut dia, tentang rendahnya keterbukaan informasi pemberiaan asimilasi, bebas bersyarat, cuti bersyarat. Kemudian, rendahnya pemanfaatan IT dalam pelayanan masyarakat serta tidak efektifnya sarana pengaduan masyarakat.

"Jumlah petugas yang terbatas dan ini yabg selalu menjadi keluhan over kapasitas yang melebihi 250 persen," ungkapnya.

Menurut dia, kurangnya pengawas internal di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terhadap Lapas perlu menjadi catatan penting bagi Komisi III DPR. "Dan ini yang paling penting adanya dualisme pengurus Lapas. Sebenarnya bukan bu Dirjen yang berkuasa, tapi Sekjen. Makanya pernah Dirjen sebelumnya mengundurkan diri," ujarnya.

Maka itu, dia meminta agar persoalan dualisme itu menjadi sorotan Komisi III DPR dalam rapat kerja dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia nantinya. "Ibu Dirjen hanya ngomong tentang teknik saja. Tapi orangnya diatur oleh Sekjennya, jadi ini yang perlu diperhatikan," katanya.

Saat ditanya Sekjen mana yang dimaksudnya, dia mengungkapkan Sekjen Kemenkumham. "Sekjen Kumham. Dulu itu kan mantan deputi KPK pernah terpilih sebagai Dirjen pas, kan. Tetapi setelah dia lihat di dalamnya, kewenangan dia itu sangat terbatas, jadi di situ ada Dirjen ada Sekjen, penempatan orang, macam-macam, itu banyak sekali ya diatur," katanya.
(pur)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved