Suap Kalapas Bandung Terkait Jual Beli Fasilitas Istimewa

Sabtu, 21 Juli 2018 - 21:13 WIB
Suap Kalapas Bandung...
Suap Kalapas Bandung Terkait Jual Beli Fasilitas Istimewa
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein sebagai tersangka kasus suap pemberian fasilitas istimewa bagi narapidana kasus korupsi.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, Kalapas Sukamiskin telah menyalahgunakan wewenangnya dalam memberikan fasilitas istimewa hingga izin luar biasa kepada narapidana kasus korupsi. (Baca Juga: Kalapas Sukamiskin dan Suami Ineke Jadi Tersangka Suap )

"Kalapas Sukamiskin diduga menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai kepala lapas Sukamiskin sejak Maret 2018," kata Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Dugaan suap tersebut teebongkar saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bandung pada Jumat (20/7/2018) malam. Dalam OTT itu, KPK mengamankan uang Rp279 juta dan 1.410 USD. KPK juga menyita dua unit mobil Wahid Husein, yakni Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam.

"Penyidik juga mengamankan catatan-catatan penerimaan uang, dokumen pembelian dan pengiriman Mobil," kata Laode. (Baca Juga: Ini Kronologis Penangkapan Kalapas dan Dua Napi Korupsi di Sukamiskin )

Laode menuturkan, ada sejumlah narapidana kasus korupsi yang mendapat fasilitas istimewa dari Kalapas Sukamiskin. Salah satunya suami artis Ineke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, yang merupakan narapidana kasus suap proyek di Bakamla.

KPK menduga, Fahmi memberi sejumlah uang kepada Kalapas Sukamiskin untuk menikmati fasilitas sel istimewa dan kemudahan untuk keluar-masuk tahanan. (Baca Juga: Sudah Diingatkan, Kemenkumham Kaget OTT Kalapas Sukamiskin )

Jual beli fasilitas istimewa itu dilakukan melalui perantara staf Lapas Sukamiskin bernama Hendry Syahputra dan narapidana pendamping bernama Andi Rahmat. Keempatnya kini telah berstatus tersangka.
(rhs)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Kapolri Utamakan Stabilitas...
Kapolri Utamakan Stabilitas Negara, Haidar: Penegakan Hukum Tak Boleh Picu Rivalitas
Menhut Dinilai Punya...
Menhut Dinilai Punya Peran Sentral dalam Menjaga Kredibilitas Karbon Hutan
Sidang Banding Nadiem...
Sidang Banding Nadiem Makarim Digelar 5 Agustus 2026
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Korban Penipuan Haji...
Korban Penipuan Haji Ilegal Capai 3.550 Orang, DPR Desak Kemenhaj Perkuat Pengawasan
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved