Tiga Parpol Diprediksi Hengkang dari Koalisi Pendukung Jokowi

Jum'at, 13 Juli 2018 - 15:36 WIB
Tiga Parpol Diprediksi...
Tiga Parpol Diprediksi Hengkang dari Koalisi Pendukung Jokowi
A A A
JAKARTA - Alotnya pembahasan siapa yang bakal jadi calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) dinilai bisa menggoyahkan soliditas partai pendukung pemerintah. Tiga partai politik (Parpol) diprediksi hengkang meninggalkan barisan Jokowi.

"Kalau statement normatifnya semua dukung Jokowi. Tapi dilihat manuvernya, kalau di rangking, PAN, PKB, dan Golkar bisa meninggalkan koalisi, meski untuk Golkar peluangnya tipis," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno kepada SINDOnews, Jumat (13/7/2018).

Adi membeberkan, alasan tiga partai di atas berpotensi membelot dari barisan pendukung Jokowi. Rangking pertama partai yang dinilai bisa meninggalkan koalisi Jokowi adalah PAN. Adi mengatakan, sikap PAN selama ini lebih mencerminkan partai oposisi daripada sikap partai pemerintah.

Dalam berbagai kebijakan politik yang diambil Jokowi, PAN sering mengambil sikap berseberangan. "Kalau PAN memang lebih memilih jalur lain. Karena dari awal sikapnya lebih mencerminkan oposisi daripada sikap partai pemerintah," ucap Adi.

Rangking kedua ada PKB. Adi mengatakan, sampai saat ini PKB belum melakukan deklarasi secara definitif mendukung Jokowi. Terlebih bila nanti proposal cawapres yang diajukan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, tak di setujui Jokowi, maka peluang untuk hengkang terbuka lebar.

Di urutan ketiga ada Golkar. Meski tipis kemungkinannya, Adi mengatakan pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono patut diperhitungkan.

Dengan gaya komunikasi politik tenang dan tidak meledak-ledak, kubu Jokowi tidak boleh meremehkan keinginan Golkar untuk memasangkan ketua umumnya sebagai cawapres di Pemilu mendatang.

"Tentu Golkar tidak nyaman bila capres atau cawapresnya bukan ketum mereka. Apalagi diambil dari profesional. Tapi ekspresi Golkar selalu cool dan dingin. Mungkin akan ada sikap resmi Golkar di last minute, saat masa pendaftaran pada 10 Agustus nanti," ucap Adi.
(maf)
Berita Terkait
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Ganjar Cerita Kedekatan...
Ganjar Cerita Kedekatan dengan Mahfud MD, Diskusi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
4 Fakta Mundurnya UEA...
4 Fakta Mundurnya UEA dari Koalisi AL Pimpinan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved