Ditanya Soal Cawapres Jokowi, Mendagri: Saya TNI Saja
Kamis, 12 Juli 2018 - 15:49 WIB
Ditanya Soal Cawapres Jokowi, Mendagri: Saya TNI Saja
A
A
A
BOGOR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan berkomentar lebih jauh mengenai siapa yang pantas mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2018.
Tjahjo mengambil sikap itu karena menyadari kapasitasnya yang hanya pembantu presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Kendati demikian, Tjahjo memiliki pilihan sendiri, yakni TNI. Tapi TNI yang dimaksud bukan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia memiliki singkatan sendiri.
"Saya sebagai pembantu Pak Jokowi, saya TNI saja, yakni Taat Nurut Instruksi (TNI) apa nanti yang sudah jadi pilihan pak Jokowi," ujar Tjahjo di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018).
Tjahjo menilai tidak tepat baginya untuk menyampaikan nama-nama bakal cawapres yang ada dalam kantong Jokowi.
Dia meminta masyarakat menunggu. Menurut dia, bisa saja cawapres Jokowi diumumkan satu hari menjelang pendaftaran capres dan cawapres atau satu jam sebelum pendaftaran ditutup.
Tjahjo juga menolak soal dikotomi militer atau non-militer terkait cawapres Jokowi. Baginya, terpenting bakal pendamping Jokowi mampu bekerja sama.
"Saya kira untuk capres cawapres yang penting dia mengemban amanah dan harus bisa bekerja sama," katanya.
Tjahjo mengambil sikap itu karena menyadari kapasitasnya yang hanya pembantu presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Kendati demikian, Tjahjo memiliki pilihan sendiri, yakni TNI. Tapi TNI yang dimaksud bukan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia memiliki singkatan sendiri.
"Saya sebagai pembantu Pak Jokowi, saya TNI saja, yakni Taat Nurut Instruksi (TNI) apa nanti yang sudah jadi pilihan pak Jokowi," ujar Tjahjo di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7/2018).
Tjahjo menilai tidak tepat baginya untuk menyampaikan nama-nama bakal cawapres yang ada dalam kantong Jokowi.
Dia meminta masyarakat menunggu. Menurut dia, bisa saja cawapres Jokowi diumumkan satu hari menjelang pendaftaran capres dan cawapres atau satu jam sebelum pendaftaran ditutup.
Tjahjo juga menolak soal dikotomi militer atau non-militer terkait cawapres Jokowi. Baginya, terpenting bakal pendamping Jokowi mampu bekerja sama.
"Saya kira untuk capres cawapres yang penting dia mengemban amanah dan harus bisa bekerja sama," katanya.
(dam)