Suhu Pilpres Dimanfaatkan Elite untuk Menangkan Pilkada Serentak

Selasa, 26 Juni 2018 - 11:20 WIB
Suhu Pilpres Dimanfaatkan...
Suhu Pilpres Dimanfaatkan Elite untuk Menangkan Pilkada Serentak
A A A
JAKARTA - Direktur Politik dan Hukum Wain Advisory Indonesia, Sulthan Muhammad Yus menganggap, ajang pemilihan presiden (Pilpres) di tahun 2019 membuat partai-partai politik menempatkan Pilkada serentak 2018 sebagai prioritas yang menentukan kemenangan kandidat pilpres mendatang.

Menurutnya, asumsi ini dirasa wajar mengingat ada 3 provinsi yang memiliki pengaruh besar dalam presentase penyumbang suara Pemilu nasional yakni, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa tengah. "Ditambah beberapa provinsi di Sulawesi dan Sumatera," ujar Sulthan saat dihubungi SINDOnews, Selasa (26/6/2018).

Pengamat politik asal UIN Jakarta ini menganggap, jika diperhatikan dengan seksama isu yang diarahkan untuk publik adalah pilkada 2018 menjadi penentu kemenangan pilpres. Dalam konteks ini, beberapa kandidat memainkan tagline lanjutkan 2 periode bagi pasangan yang mendompleng Jokowi dan 2019 ganti presiden yang secara khusus membonceng kehendak mengganti presiden.

Kondisi ini disebut Sulthan sangat ironi saat beberapa partai politik pendukung kandidat pilkada 2018 di tingkat nasional saling berlawanan, namun di daerah bersama memenangkan kandidat yang sama seperti pilkada Jawa Timur. Dalam kodisi yang demikian, kata Sulthan, tampak jelas bahwa suhu pilpres 2019 dimanfaatkan sebagai peluang politik untuk memenangkan kandidat di pilkada. Pilpres dinilainya, punya hitungan berbeda dengan pilkada dan pemilu nasional.

Namun demikian, ditegaskan lulusan hukum UGM ini bahwa hasil pilkada serentak 2018 yang akan diselenggarakan pada 27 Juni nanti dapat menjadi nilai tawar bagi partai politik dalam membangun koalisi di pilpres mandatang. "Partai-partai yang memiliki saham kemenangan lebih besar di daerah-daerah dengan kantong pemilih padat akan menguat daya tawar pada pilpres," ungkapnya.
(pur)
Berita Terkait
Ini Ruginya Kalau Pilpres,...
Ini Ruginya Kalau Pilpres, Pileg, dan Pilkada Digelar Serentak
E-Rekap Pilkada 2020,...
E-Rekap Pilkada 2020, KPU Harus Belajar dari Situng Pemilu 2019
Pilkada Kabupaten Bandung...
Pilkada Kabupaten Bandung Diprediksi Masih Diwarnai Aroma Pilpres
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Style Mirip Jokowi,...
Style Mirip Jokowi, Ganjar Pranowo Kokoh di Puncak Survei
Jadwal Pelaksanaan Pemilu...
Jadwal Pelaksanaan Pemilu 2024 Dipercepat Menjadi 28 Februari
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved