Prabowo Galang Dana Pemilu, Begini Reaksi Ketua KPU

Minggu, 24 Juni 2018 - 17:08 WIB
Prabowo Galang Dana...
Prabowo Galang Dana Pemilu, Begini Reaksi Ketua KPU
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggalang dana untuk pembiayaan Pemilihan Umum (Pemilu). Penggalangan dana itu diungkap Prabowo melalui akun Facebook, beberapa waktu lalu.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman tidak memersoalkan. Menurut Arief, Undang-Undang Pemilu membolehkan menggalang dana dari masyarakat umum. "Regulasi memang membuka ruang pada peserta pemilu untuk mengumpulkan dana kampanye dari individu-individu maupun yang berbadan hukum," tutur Arief di Kantor KPU, Jakarta, Minggu (24/6/2018).

Kendati demikian, Arief mengatakan, ada batasan mengenai permintaan dana dari orang per orang terkait pilkada atau pemilu. Menurut dia, saat ini yang diatur adalah penggalangan dana untuk pilkada dan pemilihan legislatif (pileg). "Kalau pilpres belum, tapi tahapannya sudah jalan semua," katanya.

Arief mengaku belum mengetahui apakah ada pihak yang sudah menyumbang untuk Prabowo. Prinsipnya jika belum ada yang mendaftar sebagai calon presiden, KPU belum bisa bersikap.

Dia menegaskan, ada syarat-syarat yang diatur dalam pengumpulan dana kampanye, termasuk pihak penyumbang, apakah dari individu atau badan hukum. Identitas penyumbang dikatakannya juga harus jelas, sumber dana harus jelas bukan berasal dari hasil korupsi dan bukan dari dana asing.

"Jadi enggak boleh dari anonimous atau no name. Waktu penyumbangan tidak ditentukan, tapi yang diatur adalah masa pelaporannya. Jadi misalnya sekarang ada pengumpulan dana, besok penetapan pasangan calon dan tiga hari setelah penetapan kan dimulai masa kampanye, nah ketika dimulai itu ada laporan awal dana kampanye. Kalau uang-uang yang dikumpulkan mau dipakai, ini harus dilaporkan, dengan syara-syarat itu tadi," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto pada Kamis 21 Juni 2018 mengumumkan penggalangan dana untuk donasi Pilpres 2018 melalui akun Facebook pribadinya.

Melalui video berdurasi 19 menit 46 detik itu, Prabowo mengatakan calon pemimpin dan partai politik dihadapkan pada proses demokrasi biaya tinggi, sehingga hanya pihak yang memiliki modal besar dan atau didukung oleh pemilik modal besar yang akan menang.
"Demokrasi liberal berbiaya tinggi ini mengakibatkan banyaknya para pemimpin kita di semua level mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat nasional tersandera oleh kepentingan pemilik modal yang mendukungnya maju di kancah pemilihan," kata mantan Danjen Kopassus ini. . (Baca juga: Prabowo Subianto Galang Dana Pilpres 2019 via Facebook )

Dampaknya, lanjut dia, semakin hari semakin banyak pemimpin yang terjerat kasus korupsi dan persekongkolan bisnis kebijakan. Dia mengatakan, politik balas budi yang mengakibatkan seorang pemimpin negeri ini tersandera oleh kepentingan pengusaha besar, taipan, bandar dan cukong harus segera dihentikan.

"Kita semua harus mencari, mewujudkan dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang jujur, cerdas dan memiliki integritas tanpa adanya embel-embel di belakangnya," tuturnya.

Dia mengatakan, pemimpin yang merdeka karena dukungan rakyatnya, pemimpin yang semata-mata hanya memikirkan kepentingan rakyatnya tanpa segan dan takut pada siapa pun. Dia melanjutkan, pemimpin yang dapat mengutamakan kepentingan bangsa, negara dan rakyat di atas kepentingan lainnya.

"Untuk itu saudara-saudara, sahabat-sahabat pejuang Indonesia Raya, saya mengajak saudara semuanya bergabung dalam gerakan penggalangan dana rakyat @GalangPerjuangan ini. Kita korbankan sedikit harta kita, harta senilai sebungkus rokok atau dua bungkus mi instan kita," kata Prabowo.

"Kita biayai sendiri calon-calon pemimpin kita yang bersih, cerdas dan berintegritas. Kita kalahkan kandidat calon pemimpin yang zalim dan tersandera kepentingan pemodal. Kita kembalikan Indonesia Raya kembali merdeka dan berdaulat," lanjut Prabowo.
Dampaknya, lanjut dia, semakin hari semakin banyak pemimpin yang terjerat kasus korupsi dan persekongkolan bisnis kebijakan. Dia mengatakan, politik balas budi yang mengakibatkan seorang pemimpin negeri ini tersandera oleh kepentingan pengusaha besar, taipan, bandar dan cukong harus segera dihentikan.
"Kita semua harus mencari, mewujudkan dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang jujur, cerdas dan memiliki integritas tanpa adanya embel-embel di belakangnya," tuturnya.

Dia mengatakan, pemimpin yang merdeka karena dukungan rakyatnya, pemimpin yang semata-mata hanya memikirkan kepentingan rakyatnya tanpa segan dan takut pada siapa pun."Untuk itu saudara-saudara, sahabat-sahabat pejuang Indonesia Raya, saya mengajak saudara semuanya bergabung dalam gerakan penggalangan dana rakyat galang perjuangan ini. Kita korbankan sedikit harta kita, harta senilai sebungkus rokok atau dua bungkus mi instan," kata Prabowo.

"Kita biayai sendiri calon-calon pemimpin kita yang bersih, cerdas dan berintegritas. Kita kalahkan kandidat calon pemimpin yang zalim dan tersandera kepentingan pemodal. Kita kembalikan Indonesia Raya kembali merdeka dan berdaulat," lanjut Prabowo.
(dam)
Berita Terkait
Gerindra Dorong Prabowo...
Gerindra Dorong Prabowo Subianto Maju Pilpres 2029
Alasan Gerindra Pecat...
Alasan Gerindra Pecat M Taufik karena Prabowo Kalah di Jakarta saat Pilpres 2019
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Momen Prabowo Peluk...
Momen Prabowo Peluk Erat Otto Hasibuan, Kenang Perjuangan Bersama di Pilpres 2019
Gerindra Jatim Dorong...
Gerindra Jatim Dorong Prabowo Subianto Bertarung di Pilpres 2024
Gerindra Beberkan Cawapres...
Gerindra Beberkan Cawapres Pendamping Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved