ICW: Tekan Biaya Politik dan Perberat Vonis Koruptor

Selasa, 12 Juni 2018 - 16:08 WIB
ICW: Tekan Biaya Politik...
ICW: Tekan Biaya Politik dan Perberat Vonis Koruptor
A A A
JAKARTA - Banyaknya kepala daerah yang diseret ke meja hijau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya tidak lantas menimbulkan efek jera. Setidaknya hal itu terlihat dari penangkapan kepala daerah yang masih terus berjadi.

Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Almas Sjafrina berpendapat ada keterkaitan antara perilaku korupsi dan aktivitas politik.

Menurut dia, biaya politik yang tinggi juga menjadi salah satu faktor kepala daerah melakukan korupsi. "Kalau konteksnya untuk membuat kepala daerah tidak korup lagi, ya tidak cukup kita bicara hanya penindakan yang dilakukan oleh KPK," ujar Almas kepada SINDOnews, Selasa, (12/6/18).

Almas menyarankan perlu ada upaya reformasi dengan memperbaiki sistem keuangan dan kaderisasi partai politik agar berlangsung sehat. (Baca juga: KPK Ungkap Ciri-ciri Pejabat Berpotensi Korup )

Tidak hanya itu, Almas juga mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan perencanaan program pembangunan secara transparan.

"Pada pembahasan APBD, mungkin sebaiknya daerah menerapkan e-planning dan e-budgeting," tandasnya.

Upaya pencegahan lainnya dapat dilakukan dengan menekan seminimal mungkin biaya politik dan memperberat hukuman koruptor.

"Tren vonis dari ICW menunjukkan rata-rata vonis koruptor hanya dua tahun empat bulan penjara. Selain itu penerapan pencabutan hak politik juga perlu dilakukan," tuturnya.

Almas menilai tidak cukup hanya berharap adanya efek jera dan daya cegah penindakan yang dilakukan KPK dan aparat penegak hukum lainnya.

Dia berpendapat perlu hukuman lebih berat terhadap kepala daerah yang melakukan korupsi. "Yang paling penting dibenahi adalah pintu masuknya, yaitu partai politik dan pilkada. Selain itu pemerintah bisa menekan biaya politik melalui pengaturan pemilu dan partai politik," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
ICW Prihatin Hanya 5...
ICW Prihatin Hanya 5 Kasus Korupsi Kepala Daerah yang Divonis Berat
481 Kepala Daerah Terpilih...
481 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Gladi Kotor Jelang Pelantikan
Ketua KPK Prihatin Banyak...
Ketua KPK Prihatin Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Korupsi Masjid Raya...
Korupsi Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring, Mantan Pj Wali Kota Palembang Bayar Denda Rp200 Juta
Korupsi Kepala Daerah,...
Korupsi Kepala Daerah, Sri Mulyani Gerah
Bayar Denda Rp200 Juta,...
Bayar Denda Rp200 Juta, Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Bebas Bersyarat
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved