Charta Politika: Belum Ada Capres Alternatif Sekuat Jokowi-Prabowo
Kamis, 07 Juni 2018 - 09:59 WIB
Charta Politika: Belum Ada Capres Alternatif Sekuat Jokowi-Prabowo
A
A
A
JAKARTA - Head to head Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi wacana arus utama di Pilpres 2019. Hal itu seperti terekam dalam hasil survei berbagai lembaga survei politik terkait elektabilitas calon presiden (capres) yang akan bertarung di Pemilu mendatang.
Hasil survei yang dirilis Charta Politika Indonesia misalnya, elektabilitas Jokowi-Prabowo masih menjadi primadona di kalangan responden. Sementara itu, elektabilitas calon penantang lainnya terpaut jauh di bahwah keduanya.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, belum adanya tokoh alternatif yang memiliki elektabilitas mendekati Jokowi dan Prabowo adalah imbas dari kampanye Pemilu 2014.
"Efek kencangnya kampanye Pilpres 2014. Sehingga orang-orang hanya tahu dua nama. Nama lainnya selisih jauh," ujar Yunarto di Jakarta, Rabu (6/6/2018).
Hasil survei Charta Politika di Jawa Timur misalnya, Jokowi dipilih oleh 47,7% responden, Prabowo dipilih 24,5% responden. Terpaut jauh di bawah Prabowo ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 1,2%, Gatot Nurmantyo 0,8%, Anies Baswedan 0,7%, Susi Pudjiastuti 0,3%, Khofifah-Emil Indar Parawansa 0,3% dan Mahfud MD 0,1%.
Sementara itu di Jawa Tengah, elektabilitas Jokowi masih memimpin dengan perolehan 53,1%, Prabowo 7,7%, Gatot Nurmantyo 0,9%, AHY 0,5%, Muhaimin Iskandar 0,3%, Mahfud MD 0,3%, Harry Tanoesoedibjo 0,3%, Anies Baswedan 0,3%, dan Romahurmuziy 0,1%.
Hal serupa juga terjadi di Jawa Barat. Para penantang baru belum memiliki elektabilitas yang mendekati Jokowi maupun Prabowo. Di provinsi ini, Jokowi dipilih oleh 38,8% responden, Prabowo 30,2%, Gatot Nurmantyo 2,0%, Anies Baswedan 1,1%, Hary Tanoesoedibjo 0,8%, AHY 0,6% dan M Ridwan Kamil 0,3%.
Sementara itu di Banten, Prabowo berhasil unggul tipis dengan 28,5%, Jokowi 26,9%, Gatot Nurmantyo 1,9%, AHY 0,9%, Anies Baswedan 0,8%, dan Hary Tanoesoedibjo 0,5%.
Hasil survei yang dirilis Charta Politika Indonesia misalnya, elektabilitas Jokowi-Prabowo masih menjadi primadona di kalangan responden. Sementara itu, elektabilitas calon penantang lainnya terpaut jauh di bahwah keduanya.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, belum adanya tokoh alternatif yang memiliki elektabilitas mendekati Jokowi dan Prabowo adalah imbas dari kampanye Pemilu 2014.
"Efek kencangnya kampanye Pilpres 2014. Sehingga orang-orang hanya tahu dua nama. Nama lainnya selisih jauh," ujar Yunarto di Jakarta, Rabu (6/6/2018).
Hasil survei Charta Politika di Jawa Timur misalnya, Jokowi dipilih oleh 47,7% responden, Prabowo dipilih 24,5% responden. Terpaut jauh di bawah Prabowo ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 1,2%, Gatot Nurmantyo 0,8%, Anies Baswedan 0,7%, Susi Pudjiastuti 0,3%, Khofifah-Emil Indar Parawansa 0,3% dan Mahfud MD 0,1%.
Sementara itu di Jawa Tengah, elektabilitas Jokowi masih memimpin dengan perolehan 53,1%, Prabowo 7,7%, Gatot Nurmantyo 0,9%, AHY 0,5%, Muhaimin Iskandar 0,3%, Mahfud MD 0,3%, Harry Tanoesoedibjo 0,3%, Anies Baswedan 0,3%, dan Romahurmuziy 0,1%.
Hal serupa juga terjadi di Jawa Barat. Para penantang baru belum memiliki elektabilitas yang mendekati Jokowi maupun Prabowo. Di provinsi ini, Jokowi dipilih oleh 38,8% responden, Prabowo 30,2%, Gatot Nurmantyo 2,0%, Anies Baswedan 1,1%, Hary Tanoesoedibjo 0,8%, AHY 0,6% dan M Ridwan Kamil 0,3%.
Sementara itu di Banten, Prabowo berhasil unggul tipis dengan 28,5%, Jokowi 26,9%, Gatot Nurmantyo 1,9%, AHY 0,9%, Anies Baswedan 0,8%, dan Hary Tanoesoedibjo 0,5%.
(kri)