Jumlah Layanan Katering Jamaah Haji Ditambah

Rabu, 30 Mei 2018 - 11:31 WIB
Jumlah Layanan Katering...
Jumlah Layanan Katering Jamaah Haji Ditambah
A A A
JAKARTA - Musim haji 2018 ini jamaah haji Indonesia akan mendapatkan tambahan jatah makan. Jika sebelumnya pada 2016 jamaah hanya mendapatkan jatah makan 24 kali, dan 2017 bertambah jadi 25 kali, pada 2018 jatah makan meningkat hingga 40 kali.

“Jamaah haji kita di Mekkah akan dapat tambahan jatah makan 15 kali dari jumlah sebelumnya,” kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali saat memberikan pembekalan kepada 780 petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Jumlah tersebut menurut Nizar masih kurang karena seharusnya 50 porsi makan setiap anggota jamaah haji. Namun, ada kendala yang dihadapi, yaitu distribusi makanan cukup sulit dilakukan karena kondisi Mekkah yang dipadati jamaah sehingga kendaraan yang membawa makanan sulit untuk masuk. Kalau dipaksakan maka makanan akan basi sehingga akan mubazir.

Sebetulnya makanan bisa disiasati dengan lauk yang lebih bertahan lama, seperti rendang. Namun, opsi tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga memastikan makanan yang dikonsumsi jamaah haji harus bercita rasa Indonesia dengan cara mengerahkan juru masak dari Indonesia dan menggandeng sekolah pariwisata jurusan tata boga.

Diharapkan dengan layanan katering makanan ini jamaah bisa lebih fokus beribadah karena tak lagi dipusingkan dengan mencari makan atau memasak sendiri. “Kami akan terusmengevaluasi dan menghadirkan inovasi untuk jamaah haji kita,” jamin Nizar.

Dari sisi heterogenitas atau keanekaragaman jamaah haji asal Indonesia merupakan salah satu yang paling tinggi di dunia. Dari segi pendidikan, jumlah pendaftar haji yang hanya menamatkan bangku sekolah dasar (SD) jauh melampaui jenjang pendidikan lain. Berdasarkan data terakhir di Kemenag, jumlah pendaftar haji tamatan SD menempati urutan pertama dengan angka mencapai 941.183 orang. Angka itu jauh melampaui tamatan SMA yang berjumlah 721.685 orang.

Di urutan ketiga adalah lulusan strata satu sebanyak 641.614, disusul tamatan SMP sebanyak 351.969 orang. “Padasaat manasik si tutor harus sudah menyadari realitas bahwa yang mereka ajari manasik ada yang tidak tamat SD, ada yang doktor. yang penting adalah praktis yang diajarkan,” ujar mantan Direktur Jenderal PHU Abdul Jamil dalam kesempatan yang sama. (Sudarsono)
(nfl)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved