Jamaah Haji Indonesia Akan Lebih Nyaman di Tanah Suci
Senin, 28 Mei 2018 - 11:07 WIB
Jamaah Haji Indonesia Akan Lebih Nyaman di Tanah Suci
A
A
A
JAKARTA - Jamaah haji Indonesia akan dibuat lebih nyaman di Tanah Suci. Meski berada di negeri seberang, mereka akan dimanjakan dengan pelayanan layaknya di kampung halaman.
Salah satu bentuknya adalah makanan khas Tanah Air. "Kita akan ekspor ikan patin," ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Senin (28/5/2018).
Ikan air tawar ini biasa disajikan dalam sajian pindang, pepes, dan gulai. Dagingnya lembut. Pengolahan ikan patin membutuhkan trik khusus. Jika tidak ahli mengolahnya maka ikan tersebut akan berbau lumpur.
Ikan juga bisa hancur dan dagingnya tercerai-berai jika saat memasaknya terlalu sering diaduk. Sri Ilham menjelaskan, nantinya ada ahli masak Indonesia yang mengawasi kualitas masakan. Pihaknya memastikan lauk-pauk yang disajikan benar-benar khas Nusantara.
Katering juga akan menyiapkan tambahan bumbu seperti kecap dan sambal. Jamaah yang menyukai cita rasa manis dan pedas dapat memanfaatkan keduanya.
Akan ada 151 dapur menyiapkan makanan khas Indonesia. Semuanya dikerahkan untuk melayani kebutuhan makan jamaah haji.
Salah satu bentuknya adalah makanan khas Tanah Air. "Kita akan ekspor ikan patin," ujar Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Senin (28/5/2018).
Ikan air tawar ini biasa disajikan dalam sajian pindang, pepes, dan gulai. Dagingnya lembut. Pengolahan ikan patin membutuhkan trik khusus. Jika tidak ahli mengolahnya maka ikan tersebut akan berbau lumpur.
Ikan juga bisa hancur dan dagingnya tercerai-berai jika saat memasaknya terlalu sering diaduk. Sri Ilham menjelaskan, nantinya ada ahli masak Indonesia yang mengawasi kualitas masakan. Pihaknya memastikan lauk-pauk yang disajikan benar-benar khas Nusantara.
Katering juga akan menyiapkan tambahan bumbu seperti kecap dan sambal. Jamaah yang menyukai cita rasa manis dan pedas dapat memanfaatkan keduanya.
Akan ada 151 dapur menyiapkan makanan khas Indonesia. Semuanya dikerahkan untuk melayani kebutuhan makan jamaah haji.
(pur)