Kapolri Ajak Dunia Internasional Perangi Terorisme

Jum'at, 25 Mei 2018 - 09:22 WIB
Kapolri Ajak Dunia Internasional...
Kapolri Ajak Dunia Internasional Perangi Terorisme
A A A
JAKARTA - Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan sejumlah tempat ditangani secara cepat oleh Polri. Tercatat sebanyak 74 terduga teroris berhasil ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, sehingga gerak jejaring teroris merasa terdesak.

Langkah cepat yang dilakukan pemerintah dalam menangani aksi terorisme juga disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada dunia internasional dengan mengundang sejumlah duta besar negara sahabat ke kediamannya baru-baru ini.

Tito mengajak dunia internasional usecara bersama melawan aksi terorisme dengan metode dan instrumen hukum yang dimiliki masing-masing negara. Dia memandang terorisme merupakan fenomena internasional yang tidak hanya menyasar Indonesia, namun belahan dunia lainnya.

Dia menduga aksi teror yang terjadi di Indonesia mencuat karena perintah ISIS yang saat ini terdesak. "Rangkaian teror bom ini merupakan aksi yang diminta oleh ISIS yang saat ini terdesak, teror dilakukan serentak tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pengeboman," ungkap Tito, Jumat (25/5/2018).

Tito menjelaskan, motif di balik aksi teror bom ini diduga karena di tingkat internasional ISIS ditekan oleh kekuatan, baik dari Barat seperti Rusia dan negara lainnya. Sehingga, keadaan terpojok dan memerintahkan semua jaringan untuk melakukan serangan pada seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, katanya, ada dua macam kelompok terkait dengan ISIS yang menjadi ancaman. Pertama, kelompok sel-sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Beberapa di antara mereka ada yang kembali berangkat ke Suriah atau tertangkap oleh otoritas Yordania dan Turki atau sekitar Suriah.

Menurut dia, ada sekitar 1.100 orang lebih yang pergi ke Suriah. Kemudian yang dideportasi ke Indonesia sebanyak 500 lebih. "Ini menjadi tantangan bersama karena mindset mereka adalah ideologi ISIS," tandasnya. (Rakhmat)
(dam)
Berita Terkait
Bagaimana ISIS-Khorasan...
Bagaimana ISIS-Khorasan Menarget Rusia?
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Siapa ISIS-Khorasan?...
Siapa ISIS-Khorasan? Kelompok yang Menyerang Gedung Konser Moskow
Siapa Abu Hafs al-Hashimi...
Siapa Abu Hafs al-Hashimi al-Qurayshi? Pemimpin ISIS Berambisi Menyebar Teror ke Seluruh Eropa
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
5 Alasan Rusia Menjadi...
5 Alasan Rusia Menjadi Target Serangan ISIS-Khorasan, Salah Satunya Dendam Masa Lalu di Chechnya, Suriah dan Afghanistan
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved