Aktifkan Koopssusgab, Pemerintah Tegaskan Ingin Lindungi Masyarakat

Selasa, 22 Mei 2018 - 20:59 WIB
Aktifkan Koopssusgab,...
Aktifkan Koopssusgab, Pemerintah Tegaskan Ingin Lindungi Masyarakat
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan negara hadir untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kebebasan warganya beraktivitas dalam keseharian tanpa adanya rasa takut dari teror.

Bahkan semua pemangku kepentingan, 36 kementerian dan lembaga negara sudah sepakat upaya itu akan dilakukan secara komprehensif.

Penegasan sikap itu mengemuka dalam seminar pengesahan Revisi Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang berlangsung di Jakarta, Selasa (22/5/2018)."Negara harus hadir untuk menjamin warganya beraktivitas dengan aman, nyaman, dan bebas,” kata Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal Purn Moeldoko yang hadir menjadi pembicara kunci dalam acara tersebut.
Sebagai wujud konkret atas ancaman nyata terorisme yang terjadi beberapa hari yang lalu, Moeldoko menekankan pemerintah merestui keberadaan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) yang terdiri atas pasukan elite antiteror dari tiga matra TNI. Pasukan itu akan membantu Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri dalam upaya pemberantasan terorisme secara cepat dan efektif.

Di luar upaya itu, kata Moeldoko, upaya deradikalisasi juga tetap dilakukan. Peristiwa teror di Surabaya menunjukkanmasih ada alumunus Suriah atau punya simpati terhadap kelompok teroris yang ingin menyebar ketakutan di masyarakat.

Urgensi kerja sama antara polisi dan TNI juga diakui oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto. Pada kesempatan yang sama, Setyo mengungkapkan pemberantasan teroris tidak bisa dilakukan oleh polisi sendiri.“Polri berharap ada kerja sama antara pemangku kepentingan. TNI, BIN, BNPT, dan Pemerintah daerah setempat,” katanya.
Diajuga berharap revisi Undang-Undang terorisme bisa segera disahkan untuk memudahkan langkah pihaknya mengantisipasi aksi teror dan memberantas jaringannya."Kita sebenarnya sudah tahu orang-orangnya, dari Sabang sampai Merauke. Jelas kelihatan. Tapi kami tidak bisa melakukan apa pun terhadap mereka. Ada keterbatasan Polri karena undang-undang,” kata Setyo.
Kesigapan pemerintah menghadapi tantangan teroris, menurut pengamat terorisme Ridlwan Habib, sangat dibutuhkan saat ini. Berkaca pada kejadian di Surabaya, terjadi perubahan stereotipe pelaku teror di Indonesia.

Dari yang awalnya kerap dicitrakan sebagai sosok tertutup, menjadi orang seperti keluarga Dita Oeprianto yang terbuka dan bergaul dengan lingkungannya.Oleh karena itu, Ridlwan pun mendukung bila ada kekuatan baru seperti Koopssusgab yang bisa diturunkan secara cepat dan efektif manakala diperlukan.
"Koopssusgap itu sebagai stand by corps tapi kalau masih teroris dalam skala kecil masih ranahnya polisi," kata Ridlwan.

Mengingat akan adanya berbagai event besar berskala internasional seperti Asian Games dan pertemuan IMF-World Bank di Bali dalam waktu dekat, Ridlwan pun berharap pemerintah semakin waspada dan tidak mengurangi kesiagaan.
(dam)
Berita Terkait
Mabes Polri Diserang...
Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Kepala BNPT Apresiasi...
Kepala BNPT Apresiasi Penangkapan Residivis Teroris di Cikampek oleh Densus 88
Layaknya Film Hollywood!...
Layaknya Film Hollywood! Baku Tembak Pecah! 4 Petugas Keamanan Tewas Ditembak saat Menangkap Buronan di AS
Densus 88 Tangkap 59...
Densus 88 Tangkap 59 Tersangka Teroris
Polisi Jamin Keamanan...
Polisi Jamin Keamanan Setelah Penyergapan Jaringan JAD di Sulsel
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Berita Terkini
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Keponakan Bupati Muara...
Keponakan Bupati Muara Enim Ikut Jadi Tersangka dalam OTT KPK
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved