Desakan Mundur Kakor Brimob Dianggap Salah Alamat

Minggu, 20 Mei 2018 - 20:18 WIB
Desakan Mundur Kakor...
Desakan Mundur Kakor Brimob Dianggap Salah Alamat
A A A
JAKARTA - Desakan penggantian Kepala Korps (Kakor) Brimob Polri Irjen Rudy Sufahriadi untuk mundur setelah bentrokan di Rutan Mako Brimob dinilai salah alamat. Bahkan, desakan itu dianggap tidak tepat dan tidak paham seluk beluk rutan napi teroris (napiter).

"Rutan tersebut adalah Rutan Cabang Salemba milik Kemenkumham, hanya saja letaknya memang di Mako Korps Brimob. Jadi penanggung jawab pengelolaan rutan adalah Katahti yang dijabat oleh Pama Densus 88 AT, bukan Dankor Brimob," kata Praktisi Hukum M Zakir Rasyidin dalam keterangannya, Minggu (20/5/2018).

Ketua Umum Majelis Advokat Muda Nasional Indonesia (Madani) ini menambahkan, di sekitar Jabodetabek belum memiliki rutan atau lapas khusus terorisme yang memadai untuk menampung para terperiksa, tersangka dan terdakwa kasus terorisme sambil menunggu proses sidang peradilan.

"Jadi sebenarnya rutan itu bukan diperuntukkan untuk rutan teroris, tetapi sebagai tempat khusus bagi anggota Polri yang melanggar hukum, baik disiplin maupun pidana," urai Zakir.

Menurutnya, Korps Brimob hanya memiliki tanggung jawab moral terhadap napiter karena letak rutan berada di dalam Mako Brimob. "Seandainya terletak di luar Mako Brimob, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab Ditjen Lapas," jelas Zakir.

Zakir berharap, masyarakat mendukung mendukung upaya pemerintah dan kepolisian dalam memberantas teror dan terorisme.

"Pemberantasan tindak pidana terorisme oleh Polri membutuhkan dukungan semua pihak. Nah, sikap saling nenyalahkan justru akan menjadi bahan bakar dukungan bagi pihak-pihak yang selama ini terlibat tindak pidana terorisme maupun pihak-pihak yang mendukung gerakan terorisme," tutupnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahronimenilai kerusuhan napiter di Rutan Cabang Salemba, Kelapa Dua Depok bukan menjadi tanggung jawab Dankor Brimob. (Baca: Didesak Mundur, Anggota Komisi III DPR Bela Kakor Brimob )

"Tanggung jawab di Rutan Brimob itu bukan pada Kakor Brimob. Saya tegaskan kembali bahwa persoalan terorisme bukan hanya melibatkan Polri, tapi semua unsure, baik TNI hingga elemen pemerintah dan masyarakat," kata Sahroni.
(mhd)
Berita Terkait
2 Kerangka Manusia Ditemukan...
2 Kerangka Manusia Ditemukan di Gedung Dekat Markas Brimob Kwitang yang Terbakar Imbas Demo Ricuh
Pesan Khusus Presiden...
Pesan Khusus Presiden Jokowi di HUT ke-75 Korps Brimob
Lowongan Brimob Polri...
Lowongan Brimob Polri 2026 Dibuka, Cek Persyaratan Khususnya
Ferdy Sambo Ditahan...
Ferdy Sambo Ditahan di Mako Brimob
Polri Pastikan Ferdy...
Polri Pastikan Ferdy Sambo di Mako Brimob Selama 30 Hari
Kapolda dan Kapolres...
Kapolda dan Kapolres se-Indonesia Berkumpul di Brimob Bogor, Ada Apa?
Berita Terkini
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan dari Polri ke Kejaksaan, Kapuspenkum: Bentuk Kolaborasi
Komisi III DPR: Penyerahan...
Komisi III DPR: Penyerahan Kasus Mantan Jampidsus ke Kejagung Cegah Gesekan Antarinstitusi
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved