Pertemuan AHY dengan Sandiaga Jajaki Koalisi di Pilpres 2019
Minggu, 20 Mei 2018 - 09:07 WIB
Pertemuan AHY dengan Sandiaga Jajaki Koalisi di Pilpres 2019
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, pada Jumat 18 Mei 2018 malam. Tanpa diketahui media, keduanya bertemu untuk membicarakan mengenai peluang berkoalisi di Pemilu 2019 mendatang.
Deputi Media dan Humas Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana menjelaskan bahwa pertemuan kedua tokoh muda tersebut untuk menjajaki kerja sama di Pilpres 2019.
"Komunikasi politik antar dua pemimpin muda ini sangat penting. Tak menutup kemungkinan kedua partai ini ke depannya akan berkoalisi, mengingat AHY adalah pemimpin muda yang mempunyai elektabilitas penting untuk menjadi capres ataupun cawapres. Tentu saja pertemuan dengan Sandi ini merupakan peluang awal untuk bekerja sama," ujar Putu.
Putu menambahkan, bahwa saat ini di Indonesia lebih dari 50% merupakan generasi millenial. AHY yang merupakan pemimpin muda selalu disambut antusias oleh generasi milinial saat melakukan safari politik di seluruh kota di Indonesia.
"Inilah saatnya generasi muda bersama mengabdi untuk bangsa dan negara, meski AHY berusia muda bukan berarti menjadi penghalang untuk menjadi pemimpin sebuah negara. Kita lihat contohnya di dunia ini banyak pemimpin muda semakin mumpuni hadir diseluruh belahan dunia, kita lihat saja Emmanuel Macron Presiden Perancis berusia 39 tahun, lalu Juri Ratas yang menjadi Perdana Menteri Estonia di umur 38 tahun saat 2016 lalu, Sebastian Kurz 31 tahun PM Austria, Justin Trudeau PM Kanada dan banyak lagi."
"Dengan kecakapan, kerja keras, integritas, kapasitas, intelektualitas serta memahami kondisi negara dan kondisi geopolitik regional maupun international, mari kita mulai tahun bagi generasi muda di 2019 nanti," Sambung Anggota Komisi X DPR tersebut.
Partai Demokrat sampai sekarang masih belum bersikap di Pilpres 2019. Sempat 'mesra' dengan Jokowi, akankah Demokrat benar-benar berkoalisi dengan Gerindra dan PKS?
Deputi Media dan Humas Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana menjelaskan bahwa pertemuan kedua tokoh muda tersebut untuk menjajaki kerja sama di Pilpres 2019.
"Komunikasi politik antar dua pemimpin muda ini sangat penting. Tak menutup kemungkinan kedua partai ini ke depannya akan berkoalisi, mengingat AHY adalah pemimpin muda yang mempunyai elektabilitas penting untuk menjadi capres ataupun cawapres. Tentu saja pertemuan dengan Sandi ini merupakan peluang awal untuk bekerja sama," ujar Putu.
Putu menambahkan, bahwa saat ini di Indonesia lebih dari 50% merupakan generasi millenial. AHY yang merupakan pemimpin muda selalu disambut antusias oleh generasi milinial saat melakukan safari politik di seluruh kota di Indonesia.
"Inilah saatnya generasi muda bersama mengabdi untuk bangsa dan negara, meski AHY berusia muda bukan berarti menjadi penghalang untuk menjadi pemimpin sebuah negara. Kita lihat contohnya di dunia ini banyak pemimpin muda semakin mumpuni hadir diseluruh belahan dunia, kita lihat saja Emmanuel Macron Presiden Perancis berusia 39 tahun, lalu Juri Ratas yang menjadi Perdana Menteri Estonia di umur 38 tahun saat 2016 lalu, Sebastian Kurz 31 tahun PM Austria, Justin Trudeau PM Kanada dan banyak lagi."
"Dengan kecakapan, kerja keras, integritas, kapasitas, intelektualitas serta memahami kondisi negara dan kondisi geopolitik regional maupun international, mari kita mulai tahun bagi generasi muda di 2019 nanti," Sambung Anggota Komisi X DPR tersebut.
Partai Demokrat sampai sekarang masih belum bersikap di Pilpres 2019. Sempat 'mesra' dengan Jokowi, akankah Demokrat benar-benar berkoalisi dengan Gerindra dan PKS?
(kri)