Deradikalisasi Dinilai Sangat Penting untuk Berantas Terorisme
Sabtu, 19 Mei 2018 - 14:45 WIB
Deradikalisasi Dinilai Sangat Penting untuk Berantas Terorisme
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Pertahanan, Susaningtyas Kertopati menilai, fungsi pencegahan terhadap aksi terorisme yang utama harus diterapkan. Menurutnya, hal ini menjadi peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memperkuat program deradikalisasi.
"Unsur pendidikan ekonomi sebagai embel-embel. Kalau kita lihat embrio harus dipahami dengan sungguh-sungguh bagaimana orang belajar agama kemudian menjadi radikal," tutur Susaningtyas dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).
Menurut Nuning sapaan akrabnya, publik patut mempertanyakan proses deradikalisasi yang sudah dilakukan BNPT. Termasuk program apa saja yang sudah dilakukan untuk mencegah paham radikal semakin berkembang.
"Sekarang deradikalisasi kan bisa budaya dan dunia maya," ungkap perempuan yang pernah menjadi anggota Komisi I DPR ini.
Nuning menganggap, proses deradikalisasi satu dari spektrum yang dianggap penting dalam memberantas terorisme. Sehingga setiap ada bom meledak, publik tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa BIN kecolongan.
Dia meyakini, peristiwa serentetan bom yang terjadi beberapa waktu lalu sudah dilakukan deteksi dini oleh BIN. Hanya saja, UU Antiterorisme yang ada tidak mendorong BIN melakukan penindakan.
Karenanya, kata Nuning, idealnya ada penguatan fungsi BIN seperti pencegahan pengejaran dan lain sebagainya untuk menangkal aksi terorisme di Indonesia.
"Tentu apabila kita ingin melihat dan menganalisa harus holistik, intelijen dibawah BIN, ada bais dan lain-lain. Tentu itu bekerjasama berkoordinasi laporan A1 itu untuk pembambilan kebijakan," pungkasnya.
"Unsur pendidikan ekonomi sebagai embel-embel. Kalau kita lihat embrio harus dipahami dengan sungguh-sungguh bagaimana orang belajar agama kemudian menjadi radikal," tutur Susaningtyas dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).
Menurut Nuning sapaan akrabnya, publik patut mempertanyakan proses deradikalisasi yang sudah dilakukan BNPT. Termasuk program apa saja yang sudah dilakukan untuk mencegah paham radikal semakin berkembang.
"Sekarang deradikalisasi kan bisa budaya dan dunia maya," ungkap perempuan yang pernah menjadi anggota Komisi I DPR ini.
Nuning menganggap, proses deradikalisasi satu dari spektrum yang dianggap penting dalam memberantas terorisme. Sehingga setiap ada bom meledak, publik tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa BIN kecolongan.
Dia meyakini, peristiwa serentetan bom yang terjadi beberapa waktu lalu sudah dilakukan deteksi dini oleh BIN. Hanya saja, UU Antiterorisme yang ada tidak mendorong BIN melakukan penindakan.
Karenanya, kata Nuning, idealnya ada penguatan fungsi BIN seperti pencegahan pengejaran dan lain sebagainya untuk menangkal aksi terorisme di Indonesia.
"Tentu apabila kita ingin melihat dan menganalisa harus holistik, intelijen dibawah BIN, ada bais dan lain-lain. Tentu itu bekerjasama berkoordinasi laporan A1 itu untuk pembambilan kebijakan," pungkasnya.
(maf)