KRI Ardadedali, Kapal Selam Kedua TNI AL Tiba di Surabaya

Kamis, 17 Mei 2018 - 16:39 WIB
KRI Ardadedali, Kapal...
KRI Ardadedali, Kapal Selam Kedua TNI AL Tiba di Surabaya
A A A
SURABAYA - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Ardadedali 404 tiba di Dermaga Kapal Selam Koarmada II, Ujung, Surabaya, Kamis (17/5/2018). Kapal selam kedua pesanan Indonesia dari Korea Selatan diproduksi Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).

KRI Ardadedali 404 merupakan kapal selam type 209/400 DSME yang memiliki bobot 1.280 ton saat muncul di permukaan dan bobot menjadi 1.400 ton saat menyelam. Menuju ke perairan Indonesia, KRI Ardadedali 404 berangkat dari dermaga galangan kapal DSME, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan pada pada 30 April 2018 lalu melintasi Iaut selama 17 hari.

Rute yang dilalui adalah Okpo (Korsel), Selat Korea, Perairan Jepang, Laut Cina Timur, Selat Luzon, Laut Cina Selatan, Selat Apo, Selat Cuyo, Laut Sulu, Selat Sibutu, Laut Sulawesi, Selat Makassar-Laut Jawa Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) hingga akhirya merapat di Dermaga Koarmada II Surabaya.

“Pengadaan alutsista TNI AL ini merupakan program strategis TNI AL jangka panjang. Ini merupakan hal yang wajar sebagai wujud peremajaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) guna mengganti alutsista yang berumur di atas 25 sampai dengan 30 tahun,” ujar KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Nama Ardadedali diambil dari salah satu panah milik Arjuna, tokoh protagonis dalam Wiracarita Mahabharata. Bentuk ujung dari senjata ini seperti burung dan memiliki jiwa. Pemberian nama itu dengan harapan kapal selam tersebut mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebaik mungkin.

“Alutsista ini harus menjadi senjata andalan yang tidak pernah terkalahkan di setiap peperangan. Kami berharap kapal ini dapat dirawat dengan baik. Tentunya kapal yang datang kali ini lebih sempurna dari pengadaan kapal selam sebelumnya,” kata Ade, panggilan akrab KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Masuknya KRI Ardadedali 404 ke jajaran TNI AL sesuai rencana minimum essential force TNI yang telah ditetapkan. Dari tiga kapal selam yang dipesan Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Korea Selatan mampu mendukung terciptanya stabilitas keamanan kawasan.

“Indonesia sebagai poros maritim dunia pun diharapkan bisa terwujud,” pungkas Ade.

KRI Ardadedali 404 dilengkapi Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast dan Comfortable Accomodation. Ada empat mesin diesel MTU 12V493 dengan jarak jelajah mencapai 18.520 km. Panjang kapal 61,3 meter, diameter 6,2 M, dengan draft 5,7 M mampu menampung 40 kru kapal.

Kecepatan kapal mencapai 21 knot di bawah air dan 12 knot di permukaan ini mampu belayar lebih dari 50 hari untuk menunjang fungsi operasinya. KRI Ardedali melengkapi kapal selam milik TNI AL sebelumnya, yakni KRI Nagapasa 403.
(kri)
Berita Terkait
TNI AL Kirim Kapal Perang...
TNI AL Kirim Kapal Perang ke Perairan India, Ada Apa?
KSAL Bangga Uji Penembakan...
KSAL Bangga Uji Penembakan Rudal SSM Exocet MM40 Block 3 Berhasil
Asah Naluri Tempur,...
Asah Naluri Tempur, Prajurit Marinir Latihan Menembak Gerakan Artileri Medan di Situbondo
KRI Pollux-935 Perkuat...
KRI Pollux-935 Perkuat Alutsista TNI Angkatan Laut
KSAL Terima Angkatan...
KSAL Terima Angkatan Laut Korsel, Bahas Pengembangan Alutsista dan Pendidikan
Modernisasi Alutsista,...
Modernisasi Alutsista, Laksamana TNI Yudo Margono: MEF TNI AL Capai 85% di 2024
Berita Terkini
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved