Jokowi Diminta Abaikan Usulan Moeldoko Aktifkan Kembali Koopssusgab

Kamis, 17 Mei 2018 - 11:56 WIB
Jokowi Diminta Abaikan...
Jokowi Diminta Abaikan Usulan Moeldoko Aktifkan Kembali Koopssusgab
A A A
JAKARTA - Presiden Jokowi merestui diaktifkannya kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dalam menangani aksi terorisme yang marak belakangan ini.

Koopssusgab sendiri dibentuk pada saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI, kemudian sempat dibekukan dan kembali diaktifkan di era Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Terkait hal itu, koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman menilai, Presiden maupun Panglima TNI tidak perlu mengikuti usulan 'genit' Moeldoko tersebut.

"Menurut kami hal ini tidak diperlukan karena Polisi dan BNPT masih sanggup menangani aksi teror selama ini," kata Jajang dalam pers rilisnya, Kamis (17/5/2018).

Jajang menyarankan, lebih baik pemerintah memaksimalkan kinerja tiga lembaga yang sudah dibentuk untuk mengurusi masalah terorisme ini yakni, kepolisian, BIN dan BNPT dengan cara melakukan evaluasi penggunaanya selama ini yang dianggap besar, namun belum maksimal.

Selain itu, memperbaikin regulasi yang masih dianggap lemah. "Daripada mengikuti usulan genit Moeldoko yang hanya akan menambah beban APBN," ungkapnya.

Jajang menjelaskan, berdasarkan catatan CBA, baik POLRI, BIN, serta BNPT, kurang maksimal dalam menggunakan anggaran yang dimilikinya. Hal ini terlihat dari sebagian besar anggaran yang dimiliki 3 lembaga ini habis untuk pos anggaran tidak produktif, seperti belanja pegawai.

POLRI misalnya, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp95 triliun, hampir setengahnya yakni sebesar Rp44,2 triliun habis untuk belanja pegawai. Sedangkan terkait penindakan tindak pidana terorisme hanya dianggarkan senilai Rp435,8 miliar. Ditambah anggaran terkait penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri berkeadaan tinggi senilai Rp3 triliun.

Begitu juga dengan BIN, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp5,6 triliun. Sebagian besar digunakan untuk biaya dukungan administrasi dan SDM sebesar Rp3,5 triliun. Sisanya digunakan untuk program pengembangan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan keamanan negara senilai Rp1,9 triliun. Adapun terkait operasi intelijen dalam negeri dianggarkan senilai Rp899 miliar, dan operasi kontra intelijen senilai Rp411,2 miliar.

Terakhir BNPT, dari total angagran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp505,5 miliar. Anggaran untuk penanggulangan teroris bidang pencegahan dianggarkan senilai Rp169 miliar, serta penanggulangan teroris bidang penindakan dianggarkan senilai Rp122 miliar.
(pur)
Berita Terkait
PP Sudah Diteken Jokowi,...
PP Sudah Diteken Jokowi, LPSK Hitung Kompensasi Korban Terorisme
BREAKING NEWS, Densus...
BREAKING NEWS, Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Bekasi
Terkait ISIS, Ini Identitas...
Terkait ISIS, Ini Identitas Lengkap Terduga Teroris di Bekasi
BNPT dan LPSK Bahas...
BNPT dan LPSK Bahas PP Perlindungan Korban Terorisme
Pria Australia Didakwa...
Pria Australia Didakwa UU Terorisme karena Serukan Pembunuhan Muslim
Lampaui Tugas Pokok...
Lampaui Tugas Pokok Militer, Kontras Desak Rancangan Perpres TNI Direvisi
Berita Terkini
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Beda Jagoan Final Piala...
Beda Jagoan Final Piala Dunia dengan Gus Muhaimin, Bang Jamil: Persaudaraan Tetap Nomor Satu
Cita-cita Prabowo 14...
Cita-cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Punya Taraf Hidup Tak Kalah dari Singapura
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan...
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Don Ritto-Febrie Adriansyah: Satu Kampung
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved