Tak Dianggap di Koalisi Jokowi, PAN Bisa Bentuk Poros Alternatif

Rabu, 09 Mei 2018 - 17:35 WIB
Tak Dianggap di Koalisi...
Tak Dianggap di Koalisi Jokowi, PAN Bisa Bentuk Poros Alternatif
A A A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai tengah melakukan manuver politik untuk mencoba membentuk poros alternatif di pemilu presiden (Pilpres) 2019. Manuver itu tercermin dari pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan sejumlah tokoh, seperti Gatot Nurmantyo.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, ada beberapa alasan mengapa PAN melakukan manuver politik untuk membentuk poros baru. Salah satunya posisi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto yang telah dikunci oleh PKS.

Adi menilai, PKS tidak akan merelakan posisi cawapres diambil oleh parpol lain. "PAN sampai saat ini masih bermanuver untuk membentuk poros baru. Itu terjadi setelah posisi PKS sebagai calon pendamping Prabowo tidak mungkin diambil oleh PAN. PKS bahkan mengungkit peristiwa 2014 dimana cawapres Prabowo saat itu dari PAN," ujar Adi kepada SINDOnews, Rabu (9/5/2018).

Dari sudut koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi), posisi PAN kini dianggap sebelah mata. PAN dianggap kerap mengkritisi kebijakan pemerintah dan elite partai berlambang matahari tersebut kerap menyerang pemerintah.

Klimaksnya, PAN tidak diundang dalam pertemuan tingkat sekretaris jenderal (Sekjen) partai politik pendukung Jokowi di kantor Sekretaris Kabinet Pramono Anung, beberapa waktu lalu.

"Makanya dia (PAN) mau jadi pendamping Prabowo enggak bisa. Sementara di kubu Jokowi, PAN sudah dianggap sebelah mata," kata Adi.

Lantas, partai mana yang berpotensi menerima pinangan PAN untuk membentuk poros alternatif? Adi menilai, PAN dan Partai Demokrat relatif bisa dipertemukan.

Bila Ada figur yang dianggap cocok sebagai calon presiden, seperti Gatot Nurmantyo misalnya, poros alternatif disebut Adi bisa terbentuk. "Gatot ini dinilai punya logistik yang mapan. Kalau calonnya Gatot, kemungkinan PKB bisa diajak. Atau, kalau PKS terus diambangkan Prabowo, dia bisa saja ikut bergabung," kata Adi.
(kri)
Berita Terkait
Belajar dari Panasnya...
Belajar dari Panasnya Pilpres 2019, PAN Ingin Presidential Threshold Dihapus
Soal Koalisi Partai...
Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
PAN Bilang Diveto Amien...
PAN Bilang Diveto Amien Rais saat Mau Dukung Jokowi, Begini Respons Waketum Partai Ummat
Gaet Tokoh Muda hingga...
Gaet Tokoh Muda hingga Artis, Parpol Mulai Pikat Milenial untuk 2024
Bima Arya: Saya Yakin...
Bima Arya: Saya Yakin Pak Jokowi Itu Orang Baik
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved